Citizen Reporter

Bhuju’ Baoloanini di Dusun Gubar, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan

Masyarakat Madura menempatkan kyai atau tokoh-tokoh yang berperan penting sebagai figure panutan yang tetap dihormati meski wafat.

Bhuju’ Baoloanini di Dusun Gubar, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan
ist/Citizen Reporter
Bhuju’ Baoloanini di Dusun Gubar, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan 

SURYA.co.id - Masyarakat Madura mempunyai banyak sekali budaya.

Salah satunya ialah budaya masyarakat Madura yang menempatkan kyai atau tokoh-tokoh yang berperan penting sebagai figure panutan yang tetap dihormati meski telah wafat.

Itulah yang menyebabkan banyak terdapat makam kyai dan tokoh-tokoh yang penting di pulau tersebut.

Makam tersebut juga seringkali dianggap sebagai tempat keramat yang dipercaya sebagai tempat yang paling tepat untuk berdoa kepada Tuhan dengan tujuan tertentu.

Di samping itu juga mendoakan arwah kiai atau tokoh-tokoh penting.

Umumnya, masyarakat Madura menyebut makam tokoh agama tersebut dengan sebutan bhuju’ yang dalam bahasa Madura berarti orang yang sangat tua dan dituakan dalam silsilah keluarga.

Namun dalam konteks sosial, bhuju’ merupakan orang yang dituakan dan patut dituruti segala nasihat dan arahannya.

Terdapat ratusan bhuju’ atau makam yang tersebar di Madura, salah satunya ialah bhuju’ yang berada di Bangkalan yaitu Bhuju’ Baoloan.

Lebih tepatnya, bhuju’ ini berada di Dusun Gubar, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

Bhuju’ Baoloanini dulunya adalan seorang tokoh di daerah itu.

Halaman
1234
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved