Berita Blitar

Waspadai Penyebaran DBD, Dinkes Kota Blitar Temukan 248 Kasus Hingga Oktober 2019

Dinkes juga menyiapkan program satu rumah satu petugas juru pemantau jentik (Jumantik) untuk mencegah penyebaran DBD.

Waspadai Penyebaran DBD, Dinkes Kota Blitar Temukan 248 Kasus Hingga Oktober 2019
surya.co.id/samsul hadi
Plt Wali Kota Blitar, Santoso saat peresmian kampung bebas jentik di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul. 

SURYA.co.id | BLITAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mengimbau masyarakat waspada dengan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjelang musim hujan.

Dinkes juga menyiapkan program satu rumah satu petugas juru pemantau jentik (Jumantik) untuk mencegah penyebaran DBD.

"Sebentar lagi musim hujan, biasanya kasus DBD naik saat musim hujan. Kami minta masyarakat lebih waspada," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Blitar, Didik Jumianto, Jumat (18/10/2019).

Didik mengatakan kasus DBD di Kota Blitar tahun ini (2019) naik dibandingkan tahun lalu (2018).

Sejak Januari-Oktober 2019 ini sudah terdapat 248 kasus DBD di Kota Blitar.
Sedangkan sepanjang 2018, Dinkes mencatat ada 149 kasus DBD.

"Angka kasus DBD tahun ini naik jika dibandingkan tahun lalu. Untuk itu, kami mengadakan program satu rumah satu jumantik sebagai upaya pencegahan penyebaran DBD," ujarnya.

Dikatakannya, untuk sementara gerakan satu rumah satu jumantik diterapkan di dua kelurahan.

Yaitu, di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul dan Kelurahan Karanglo, Kecamatan Sananwetan.

Dua kelurahan itu menjadi percontohan untuk gerakan pemberantasan jentik lewat program satu rumah satu petugas jumantik.

Dia berharap program satu rumah satu petugas jumantik bisa mencegah penularan penyakit DBD saat musim hujan datang.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved