Uniknya Tradisi Red Yao, Perempuan Kumpulkan Rambut Rontok & Nyaris Tak Potong Seumur Hidup di China

Mereka justru berusaha keras menyelamatkan dan menyimpan tiap helai rambut yang rontok.

Uniknya Tradisi Red Yao, Perempuan Kumpulkan Rambut Rontok & Nyaris Tak Potong Seumur Hidup di China
HUMANS of CHINA
Uniknya Tradisi Red Yao, Perempuan Kumpulkan Rambut Rontok & Nyaris Tak Potong Seumur Hidup di China 

SURYA.co.id - Kebanyakan perempuan akan membuang begitu saja rambut mereka yang rontok.

Mungkin setelah mengetahui rambut rontok, mereka akan segera membereskan dan mencari solusi, agar rambut tak mudah rontok.

Namun berbeda dengan sekelompok wanita di China.

Mereka justru berusaha keras menyelamatkan dan menyimpan tiap helai rambut yang rontok.

Generasi perempuan tersebut terus melanjutkan kebiasaan yang tidak biasa ini, sebagai bagian dari tradisi Red Yao, di wilayah Longji Rice Terraces, di selatan China.

Uniknya Tradisi Red Yao, Perempuan Kumpulkan Rambut Rontok & Nyaris Tak Potong Seumur Hidup di China
Uniknya Tradisi Red Yao, Perempuan Kumpulkan Rambut Rontok & Nyaris Tak Potong Seumur Hidup di China (HUMANS of CHINA)

Komunitas Red Yao adalah cabang dari etnis minoritas Yao, salah satu dari 55 etnis minoritas yang diakui secara resmi di China, yang menetap di daerah pegunungan di barat daya dan selatan negeri itu.

Mereka yang memilih untuk berpegang pada tradisi membiarkan rambut mereka tumbuh (nyaris) tanpa dipangkas sepanjang hidup.

Disebut "nyaris" karena ada satu kali tradisi untuk memotong rambut ketika mereka berusia 18 tahun.

Para wanita ini percaya semakin panjang rambut, semakin panjang pula umur di dunia.

Juru foto yang juga guru, Cameron Hack mempelajari tradisi ini ketika dia mengunjungi perkampungan tersebut saat melakukan peliputan untuk Humans of China.

Halaman
1234
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved