Advertorial

'Ramuan' Penguatan Ekonomi oleh Bank Indonesia di Tengah Krisis Global

Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi 2020 berjalan positif dengan stabilnya kondisi di Indonesia.

'Ramuan' Penguatan Ekonomi oleh Bank Indonesia di Tengah Krisis Global
surya/bobby constantine koloway
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, saat meresmikan pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur periode 2019-2022, Jumat (18/10/2019) 

Diakui Perry, untuk mewujudkan hal tersebut bukanlah hal yang mudah.

Apalagi, negara-negara dihadapkan dengan berbagai tantangan global.

"Masalah perlambatan ekonomi bukan hanya dihadapi oleh Indonesia, namun juga negara-negara lain," jelasnya.

Untuk menentukan solusi konkret ke depan, BI telah memetakan lima tantangan ke depan.

Pertama, perang dagang antara Amerika dengan beberapa negara lain, di antaranya Amerika-China, Amerika-Meksiko, dan beberapa negara lain.

"Perang dagang bukan hanya merugikan negara yang sedang berperang, namun negara-negara lain juga. Terbukti, ekonomi global diprediksi sulit tumbuh signifikan saat ini," paparnya.

 Untuk mengatasi hal ini, solusi yang bisa diwujudkan di antaranya dengan meningkat ekpor dalam negeri.

"Kalau kita tidak mengandalkan ekspor, maka kita sulit untuk bersaing. Bisa dari mengembangkan UMKM, pesantren, pertanian, pariwisata, dan sumber lainnya. Indonesia beruntung punya sumber-sumber investasi.  Kuncinya, mari guyup rukun, baik di pusat maupun daerah," jelasnya.

Tantangan lainnya, adanya arus modal asing yang masuk dan keluar dengan cepat.

"Ini juga tantangan kita bersama. Bagaimana investasi dari luar jangan hanya masuk dengan cepat namun bisa bertahan lama di dalam negeri," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved