Berita Surabaya

Kondisi 2020 Stabil, BI Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Tinggi Tahun Depan

Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi 2020 berjalan positif dengan stabilnya kondisi di Indonesia

Kondisi 2020 Stabil, BI Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Tinggi Tahun Depan
SURYA.co.id/Bobby Constantine Koloway
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memberikan sambutan pada acara bertema "Arah Bauran Kebijakan Bank Indonesia dalam Menjaga Momentum Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi oleh Gubernur Bank Indonesia" di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (18/10/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi 2020 berjalan positif dengan stabilnya kondisi di Indonesia. Penguatan ekonomi tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan tahun ini.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memprediksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2019 ada di angka 5,1 persen.

”Pada awalnya kami menargetkan 5,3 persen. Namun dengan berbagai tantangan yang ada selama ini, kami melihat realisasi pertumbuhan ada di angka 5,1 persen,” kata Perry pada acara bertema "Arah Bauran Kebijakan Bank Indonesia dalam Menjaga Momentum Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi oleh Gubernur Bank Indonesia" di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (18/10/2019).

Acara ini merupakan rangkaian pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur periode 2019-2022 di hari yang sama.

Kepengurusan di bawah kepemimpinan Ketua ISEI Cabang Surabaya, Eko Purwanto ini dilantik langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat ISEI yang juga Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Kepala Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah dan beberapa Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jatim.juga turut hadir dalam acara tersebut

Dijelaskan oleh Perry, tak hanya pertumbuhan ekonomi sejumlah aspek ekonomi lainnya diperkirakan akan ikut tumbuh. Mulai dari kredit yang tahun depan ditarget mencapai 11-13 persen lebih tinggi dibandingkan tahun ini yang baru 10-12 persen.

”Kemudian, dengan mempertimbangkan tingkat pertumbuhan ekonomi, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga akan meningkat dari 7-9 persen di tahun ini menjadi 8-10 persen di tahun depan,” ujarnya.

Pertumbuhan positif itu juga senyampang dengan defisit neraca berjalan yang ada 2,5-3 persen PDB serta inflasi yang tahun depan ditarget berada di bawah 3 persen.

”Saat ini inflasi masih di angka 3-3,5 persen,” jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved