Citizen Reporter

Kisah Kudnat oleh Teater Hampa Indonesia

naskah Kudnat itu selain mengangkat isu perebutan kekuasaan juga menampilkan sisi etik dengan dibalut kesenian

Kisah Kudnat oleh Teater Hampa Indonesia
Ist/Citizen Reporter
Kisah Kudnat oleh Teater Hampa Indonesia 

“Di sinilah warga tahu siapa pelaku sebenarnya dari tewasnya sapi-sapi warga,” ungkap sang sutradara.

Diwawancarai setelah pementasan berakhir, Zainul menerangkan, Kudnat berasal dari boso walikan khas Malang yang berarti Tanduk.

Tanduk menjadi simbol kekuatan sang pemimpin layaknya banteng yang ditakuti para hewan lain karena tanduknya sehingga tanduk diibaratkan pengaruh pemimpin kepada warganya.

Semakin besar pengaruh sang pemimpin semakin dia memiliki tanduk.

“Kami gambarkan sang Kades ini gila pengaruh dan kekuasaan, hingga cara-cara seperti fitnah pun dilakukan,” ujar pria yang merupakan mahasiswa Sastra Inggris UM itu.

Berbagai komentar dilayangkan penonton. Salah satunya diutarakan Septian Adi.

Menurutnya, isu yang diambil menggambarkan masyarakat akhir-akhir ini yang riuh menanggapi agenda pilkades yang hendak dilakukan.

“Setidaknya pementasan ini bisa menjadi refleksi sekaligus kritikan,” ujar Adi.

Pria yang kini berprofesi sebagai guru itu mengaku pementasan ini cukup memberikan nilai edukasi, terlebih mengasah daya kritik para pelajar.

Melihat para penontonnya yang kebanyakan adalah mahasiswa dan pelajar di Kota Malang, Adi cukup optimistis bisa diterima dengan baik dan akan menjadi pembelajaran mereka ketika dewasa ketika terjun di masyarakat kelak.

“Banyak unsur edukasi dalam pementasan ini, sehingga cocok untuk ditonton semua kalangan,” tegas mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa Indonesia itu.

Moh Fikri Zulfikar
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Pascasarjana Universitas Negeri Malang
fikrizulfikar982@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved