Berita Gresik

Kasus Korupsi di BPPKAD: Hari ini kembali Mangkir, Sekda Gresik Dipanggil Jaksa untuk Ke-4 Kalinya

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Andhy Hendro Wijaya kembali tidak menghadiri panggilan Kejari Gresik sebagai saksi kasus korupsi.

Kasus Korupsi di BPPKAD: Hari ini kembali Mangkir, Sekda Gresik Dipanggil Jaksa untuk Ke-4 Kalinya
surya.co.id/sugiyono
PELANTIKAN SEKDA -  Andhy Hendro Wijaya (kopyah hitam) saat dilantik menjadi Sekda Kabupaten Gresik diiringi sholawat badar, Rabu (9/1/2019). Sekda Andhy kembali mangkir dari panggilan jaksa, Jumat (18/10/2019),  sebagai saksi kasus korupsi dana insentif di BPPKAD Gresik. 

SURYA.co.id | GRESIK – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Andhy Hendro Wijaya kembali tidak menghadiri panggilan Kejari Gresik sebagai saksi kasus korupsi dana insentif pegawai Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik, Jumat (18/10/2019).

Penyidik Kejari Gresik tiga kali memanggil mantan kepala BPPKAD Gresik itu  pada Senin (14/10/2019), kemudian panggilan kedua pada Rabu (16/10/2019), dan Jumat (18/10/2019). 

Namun, dari tiga kali panggilan jaksa itu Andhy tidak menghadiri seluruhnya.

Bahkan, tim gabungan dari penyidik Kejari Gresik menyebar untuk mencari keberadaan mantan Kepala BPPKAD Kabupaten Gresik tahun 2018.

Terlihat penyidik turun dari tangga lantai II Pemkab Gresik, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas.

Namun tidak memberikan keterangan. Memastikan Andhy tidak ada di kantor, penyidik langsung meninggalkan kantor Pemkab Gresik.

Dari tiga kali mangkir tanpa keterangan dari panggilan penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejari Gresik, pihak Kejaksaan Negeri Gresik menyayangkan tindakan Andhy.

Sebab, Andhy dinilai tidak kooperatif  dan tidak mendukung tindakan penegak hukum dalam menjalankan tugas perintah hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya untuk mengembangkan kasus pemotongan dana insentif pegawai BPPKAD.

“Kejaksaan Gresik menyayangkan tindakan yang dilakukan Sekda Gresik selaku pejabat publik yang tidak kooperatif terhadap panggilan sebagai saksi,"kata Humas Kejaksaan Negeri Gresik Bayu Probo Sutopo,  Jumat (18/10/2019).

"Padahal amanah Pasal 121 KUHAP, sifatnya wajib untuk hadir sebagai saksi atau tersangka yang dapat dipanggil untuk memberikan keterangan kepada penyidik,” imbuh Bayu. 

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved