Berita Pasuruan

Jelang Pelantikan Presiden Jokowi, FKUB dan Ulama Ajak Masyarakat Kota Pasuruan Jaga Perdamaian

Ayo tetap bersatu dan tetap damai untuk Indonesia. Sekarang tidak perlu menanggapi dan menyikapi apa yang ada di media sosial

Jelang Pelantikan Presiden Jokowi, FKUB dan Ulama Ajak Masyarakat Kota Pasuruan Jaga Perdamaian
SURYA.co.id/Galih Lintartika
KH Idris Hamid 

SURYA.co.id | PASURUAN - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pasuruan meminta seluruh umat beragama di Kota Pasuruan untuk menjaga keamanan agar tetap aman, damai dan tentram.

Ketua FKUB Kota Pasuruan, M Ali Iqbal mengimbau masyarakat beragama di Kota Pasuruan untuk ikut aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Di sini, tidak ada pembeda pemeluk agama mana pun. Saya berharap, semua umat beragama di sini, tetap santun dan menunjukkan bahwa umat beragama cinta kerukunan dan perdamaian," kata dia.

Ia meminta, semua elemen masyarakat yang berlatar belakang agama mana pun untuk tidak pecah dan tetap satu, mewujudkan Kota Pasuruan ini indah dan damai.

Apalagi, lanjutnya, tidak akan lama lagi ada momen besar yakni pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) - KH Maruf Amin.

"Mari, kita sama-sama menjadi pelopor untuk tetap santun dan menjaga perdamaian. Wujudkan Kota Pasuruan yang sejuk," jelas Iqbal.

Ia juga menyadari, masyarakat berperan aktif untuk mendukung upaya TNI - Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif.

"Dan kami pastikan, kami akan mendukung TNI - Polri mewujudkan situasi Kamtibmas, tetap aman dan kondusif," ungkap dia.

Terpisah, salah satu ulama Kota Pasuruan, KH Idris Hamid mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan perkembangan yang ada di zaman sekarang.

Utamanya, kata dia, ajakan-ajakan untuk berbuat anarkis dan lainnya yang bisa menimbulkan kegaduhan, keributan dan sejenisnya.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Kota Pasuruan ini meminta, masyarakat Kota Pasuruan untuk tetap tenang, jangan mudah percaya dengan hasutan sekaligus rayuan yang bisa mengakibatkan perpecahan satu sama lain.

"Ayo tetap bersatu dan tetap damai untuk Indonesia. Sekarang tidak perlu menanggapi dan menyikapi apa yang ada di media sosial, karena itu bisa jadi kabar hoax dan belum tentu benar. Mari bersatu, jaga kesatuan dan persatuan, NKRI harga mati," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved