Fakta Tak Terduga KKB Papua Ternyata Terpecah Belah, Aksi Egianus Kogoya Bikin Kelompok Lain Iri

Terungkap Fakta Tak Terduga tentang KKB Papua yang Ternyata Terpecah Belah, Aksi Egianus Kogoya Bikin Kelompok Lain Iri

Fakta Tak Terduga KKB Papua Ternyata Terpecah Belah, Aksi Egianus Kogoya Bikin Kelompok Lain Iri
KOMPAS.com/JHON ROY PURBA
Letkol Inf Dax Sianturi (kiri) Ungkap Fakta Tak Terduga tentang KKB Papua yang Ternyata Terpecah Belah 

Dilansir dari Kompas.id dalam artikel 'Kelompok Bersenjata Tembaki Helikopter di Kabupaten Puncak', diduga pelakunya adalah KKB Papua pimpinan Lekagak Telenggen

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kepolisian Daerah Papua, peristiwa yang dialami helikopter PK-IWD Tipe A/C BEL 206 ini terjadi pada pukul 09.20 WIT.

Helikopter tersebut milik PT Intan Angkasa Air Service.

Pilot helikopter adalah Dan Cristian Munteanu (47) dan satu penumpang bernama Agung Dedi Hidayat (27).

TNI & Polri Kini Buru KKB Papua yang Tembaki Helikopter di Olenki
TNI & Polri Kini Buru KKB Papua yang Tembaki Helikopter di Olenki (Kolase BIDANG HUMAS POLDA PAPUA dan Wartakota)

Agung adalah pekerja pembangunan jaringan telekomunikasi di Distrik Ilaga Utara.

Saat ditembaki, helikopter tetap melanjutkan perjalanan ke Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak.

Setelah tiba di Ilaga, pilot langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor Ilaga.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal saat ditemui di Jayapura membenarkan terjadinya insiden tersebut.

”Para pelaku melepaskan tiga tembakan ke arah helikopter.

Akibatnya, terdapat lubang di pintu bagian kiri dan kaca depan helikopter,” ujar Ahmad.

Ia menuturkan, polisi masih menyelidiki kejadian itu.

Tampak lubang peluru pada kaca depan helikopter milik PT Intan Angkasa Air Service yang ditembaki KKB Papua
Tampak lubang peluru pada kaca depan helikopter milik PT Intan Angkasa Air Service yang ditembaki KKB Papua (BIDANG HUMAS POLDA PAPUA)

Sementara helikopter tersebut telah kembali ke Mimika karena masih dalam kondisi laik terbang.

”Saat ini, tim gabungan TNI dan Polri masih mengejar para pelaku di Olenki.

Tindakan para pelaku telah mengganggu aktivitas pembangunan di Kabupaten Puncak,” tutur Ahmad.

Di Puncak hanya terdapat kantor kepolisian setingkat kepolisian sektor.

Kabupaten yang rawan konflik antara aparat keamanan dan KKB Papua itu masuk dalam wilayah hukum Polres Puncak.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved