Berita Entertainment

Baru 18 Hari Jadi Anggota DPR RI, Mulan Jameela Ditegur KPK Gara-gara Kacamata, Ini Pembelaannya

Baru 18 hari dilantik jadi anggota DPR RI, Mulan Jameela sudah ditegur Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baru 18 Hari Jadi Anggota DPR RI, Mulan Jameela Ditegur KPK Gara-gara Kacamata, Ini Pembelaannya
instagram
Baru 18 Hari Jadi Anggota DPR RI, Mulan Jameela Ditegur KPK Gara-gara Kacamata 

"Bilangnya ke orang di rumah kalo itu paket hadiah ulang tahun buat aku. Padahal ultahnya udah lewat lama ya.", lanjutnya lagi.

Karena takut dan waspada, Mulan pun memutuskan untuk tidak membuka paket tersebut.

Ia juga berniat menyumbangkan saja barang tersebut ke orang yang lebih membutuhkan.

"Karna aku ga tau siapa yg kirim, kira2 sopan ga kalo aku kasih lagi barangnya ke org yg lebih membutuhkan?", tulis Mulan.

Unggahan Mulan Jameela di Instagram.
Unggahan Mulan Jameela di Instagram. (Instagram/mulanjameela1)

Kejadian yang dialami Mulan Jameela saat ini seperti keadaan Ahmad Dhani pada 2011 lalu.

Delapan tahun lalu, Ahmad Dhani menerima paket misterius sama seperti Mulan Jameela.

Hanya saja, kala itu Ahmad Dhani menerima sebuah bom buku.

Bom buku tersebut sama persis yang dikirimkan kepada pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla, Kepala BNN Komjen Gories Mere, Pembina Pemuda Pancasila Yapto Soeryosumarno.

Kepada media, Dhani menceritakan kronologi teror misterius ini.

Pada 15 Maret 2011 pukul 13.00 WIB, paket berbungkus amplop cokelat dikirm ke studio Republik Management Cinta yang berada di Jl Pinang Emas III Nomor E1 dan E2, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Petugas security menyerahkan paket tersebut ke karyawan Republik Management Cinta (RCM) karena ditujukan untuk bosnya, Ahmad Dhani.

Paket lalu disimpan di keranjang paket dan surat di dalam kantor Republik Management Cinta

Pada 17 Maret 2011, pukul 09.00 WIB seorang staf Republik Management Cinta bernama Devi Aristiawan melihat paket di keranjang surat yang tak jauh dari meja kerjanya.

Saat itu ia sedang membuka- buka berita tentang bom di Utan Kayu.

Devi Aristiawan kaget ketika melihat di keranjang surat terdapat paket berukuran sedang.

Kekagetannya karena pengirimnya berasal dari Bogor dan mencantumkan alamat lengkap.

Ia curiga soalnya dari berita-berita di internet bom di Utan Kayu

Lantaran curiga, Devi memanggil teman-temannya.

Paket bom dibuka karena teman-temannya tidak yakin itu bom.

Setelah dibuka, terlihat buku bercover "Militan Yahudi terbungkus plastik mirip buku baru".

Karena tidak yakin paket tersebut berisi bom, plastik pembungkus buku di buka dan terdapat surat untuk Achmad Dhani.

Begitu plastik terbuka, karyawan Dhani mencoba membuka buku tersebut.

Karena kesulitan membuka buku, mereka baru tersadar kalau paket tersebut persis yang dibaca Devi di Utan Kayu.

Ahmad Dhani di Penjara Masih Bisa Chat WhatsApp (WA), Dibocorkan Anaknya Sendiri, Al Ghazali
Ahmad Dhani di Penjara Masih Bisa Chat WhatsApp (WA), Dibocorkan Anaknya Sendiri, Al Ghazali (instagram/dok.surya)

Karyawan Dhani pun lantas mengamankan paket tersebut.

Surat yang ada dalam paket tersebut disampaikan ke Achmad Dhani yang rumahnya sekitar 200 meter dari kantor Republik Cinta Management.

Dalam surat tersebut, Dhani diminta membuat pengantar buku berjudul "Militan Yahudi '.

Dhani yang membaca surat dan mendapat laporan anakbuahnya curiga.

Ia langsung menghubungi pengirim paket tersebut yakni Alamsyah Muchtar Sos yang beralamatkan Jl Darmaga No 21, Bogor. Namun handphone yang tecantum selalu mati dan mailbox.

Ibu Ahmad Dhani yang takut paket tersebut adalah bom, langsung menelepon Polda Metro Jaya untuk melaporkan paket mencurigakan.

Sekitar pukul 11.15 WIB, tim Gegana Polda Metro Jaya tiba di rumah Ahmad Dhani. Tim langsung mengamankan paket tersebut. Setelah dideteksi, ternyata benar paket berisi bom buku.

Tim Gegana lalu membawa paket bom buku tersebut ke tanah lapang yang berada di depan kantor Republik Cinta Management.

Bom lalu diledakkan tim Gegana.

Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved