Berita Entertainment

Baru 18 Hari Jadi Anggota DPR RI, Mulan Jameela Ditegur KPK Gara-gara Kacamata, Ini Pembelaannya

Baru 18 hari dilantik jadi anggota DPR RI, Mulan Jameela sudah ditegur Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baru 18 Hari Jadi Anggota DPR RI, Mulan Jameela Ditegur KPK Gara-gara Kacamata, Ini Pembelaannya
instagram
Baru 18 Hari Jadi Anggota DPR RI, Mulan Jameela Ditegur KPK Gara-gara Kacamata 

"Tim KPK yang akan mengkaji. Apa filosofis, sosiologis dan yuridisnya di balik beri memberi gratis ini. Yang mau diambil ialah agar orang-orang baik menjadi tetap baik, untuk mbak Mulan misalnya. Di masa depan bisa saja Mulan yang sudah jadi tokoh politik wanita nantinya akan memberikan kontribusi besar dalam membangun indonesia di masa depan," kata dia.

Pelaporan pemberian sesuatu ke Direktorat Gratifikasi KPK, kata Saut, juga demi mencegah seseorang terjerat tindak pidana korupsi karena penerimaan gratifikasi.

Hal ini juga upaya KPK menjaga penyelenggara negara untuk tetap baik.

"Jadi harus dipahami adalah tugas KPK juga untuk menjaga orang-orang baik seperti Mulan agar tetap baik sampai akhir karir politik ya. Itulah yang KPK sebut Politik Cerdas Berintegitas dalam konsep SIPP (Sistem Integritas Partai Politik) yang dibuat oleh KPK dan sudah disampaikan ke semua parpol belakangan ini," katanya.

Reaksi Mulan Jameela

Teguran Wakil Ketua KPK langsung direaksi Mulan dengan mengunggah chat antara admin pihak yang mengendorse-nya dengan adminnya. 

Ternyata ada kesalahan di caption yang disebabkan karena adminnya tidak memfilter dahulu kiriman dari pihak yang mengendorse-nya. 

Mulan pun mengaku sudah mengubah caption yang mempromosikan kaca mata tersebut.  

Unggahan Mulan Jameela yang mendapat teguran KPK.
Unggahan Mulan Jameela yang mendapat teguran KPK. (instagram)

Tak lama setelah unggahan ini, Mulan menjelaskan bahwa pihak promosi berbayar kacamata memintanya untuk menghapus promosi tersebut demi kenyamanan semua pihak. 

Mulan pun mengakui bahwa hal itu akan menjadi pembelajaran bagi admin dan dirinya untuk lebih berhati-hati dalam menyeleski caption promosi agar tidak menimbulkan kesalahfahaman. 

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved