Berita Surabaya

3 Siswa SMKN 12 ini Mengaku Senang Terima Ijazah yang sempat Ditahan Sekolah karena Tunggak SPP

Tiga siswa lulusan SMKN 12 Surabaya mengaku senang saat menerima ijazah mereka, Jumat (18/10/2019).

3 Siswa SMKN 12 ini Mengaku Senang Terima Ijazah yang sempat Ditahan Sekolah karena Tunggak SPP
surya.co.id/nuraini faiq
Reformasi Arif, Kheisa Gita, dan Nurul Makrifah, tiga SMKN 12 yang menerima ijazah mereka setelah tak diambil karena menunggak SPP, Jumat (18/10/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tiga siswa lulusan SMKN 12 Surabaya mengaku senang saat menerima ijazah mereka, Jumat (18/10/2019). Ijazah tersebut masih disimpan di sekolah dan  belum diterimanya hingga mereka lulus dan mencari pekerjaan.

Lembaran ijazah kelulusan siswa itu belum di genggaman tangan mereka karena menunggak SPP.

"Saya belum membayar SPP sejak kelas VIII," ucap Nurul Makrifah polos, Jumat (18/10/2019).

Siswa yang lulus Juli 2019 ini adalah anak penjual es lilin dengan empat bersaudara.

Nurul yang kini sudah mulai bekerja di pabrik ini tinggal di Medayu Utara 8/23, Kecamatan Rungkut, Surabaya. 

Sejak diambil alih Provinsi dua tahun lalu, SMKN 12 memberlakukan SPP Rp 200.000 per bulan.

Tidak hanya Nurul, dua siswa lulusan SMKN 12 yang lain juga belum menerima ijazah dengan alasan sama, menunggak SPP.

Kedua siswa yang lulus tapi belum menerima ijazah itu adalah Reformasi Arih, asal Krembangan Bakti, Gang Lebar dan Keisa Gita, asal Purwodadi, Pasuruan yang kos di Surabaya.

Semua siswa yang belum menerima ijazah itu adalah siswa jurusan musik.

Ketiganya sempat bingung tidak saja harus menanggung tunggakan SPP. Arih menunggak SPP selama 11 bulan sedangkan Keisa menunggak SPP 6 bulan.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved