VIRAL VIDEO 5 Siswa SMK Muhammadiyah Malang Ditempelengi Motivator, Polisi Turun Tangan

Viral Video 5 siswa SMK Muhammadiyah Malang ditempelengi motivator. Polisi langsung turun tangan

VIRAL VIDEO 5 Siswa SMK Muhammadiyah Malang Ditempelengi Motivator, Polisi Turun Tangan
Youtube
Ilustrasi VIRAL VIDEO 5 Siswa SMK Muhammadiyah Malang Ditempelengi Motivator, Polisi Turun Tangan 

Viral Video 5 siswa SMK Muhammadiyah

Kota Malang ditempelengi motivator

Polisi langsung turun tangan

---

SURYA.CO.ID, MALANG – Video pemukulan terhadap pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral.

Dalam video itu terlihat sejumlah siswa berbaris di depan kelas dan ditempeleng satu per satu oleh seseorang yang belakangan diketahui bernama AS alias AP yang merupakan seorang motivator digital marketing.

Kejadian pemukulan itu terjadi pada Kamis (17/10/2019).

Viral di WhatsApp (WA) dan FB, Aksi Emak-emak Tabrak Palang Pintu Perlintasan KA hingga Copot

Reaksi Tak Terduga Polwan Cantik Saat Pergoki Tunangannya Selingkuh, Videonya Viral di Twitter

Tangkap layar video pemukulan siswa oleh motivator yang tersebar di media sosial di Malang.
Tangkap layar video pemukulan siswa oleh motivator yang tersebar di media sosial di Malang. (KOMPAS.COM/ANDI HARTIK)

Saat itu, sejumlah siswa sedang mengikuti Seminar Motivasi Berwirausaha yang diisi oleh AS sebagai motivator.

Diduga, AS tersinggung akibat siswa tertawa saat ada penulisan kata ‘goblok’.

Dalam video yang viral terlihat ada lima siswa yang berbaris dan bergantian dipukul.

AS memukul para siswa sambil meneriakkan kata ‘goblok’.

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander mengatakan masih menyelidiki kasus pemukulan tersebut.

“Kami masih di lapangan untuk cek korban dulu ya,” katanya saat dihubungi Kompas.com (grup Surya.co.id), Kamis malam.

Sedangkan, laporan atas kejadian kekerasan terhadap siswa itu sudah masuk ke Mapolres Malang Kota.

“Masih on proses. Nanti kami info,” katanya.

Sampai sejauh ini, status kasus itu masih dalam penyilidikan.

Polres Malang Kota belum menetapkan tersangka atas kasus itu.

“Belum masih cek TKP dulu,” katanya.

Sementara itu, AS hingga saat ini belum bisa dimintai konfirmasi.

Upaya konfirmasi dari Kompas.com (jaringan Surya.co.id) belum mendapat respons.

Kasus serupa di Sulawesi

Kasus siswa ditempeleng sebelumnya juga viral di daerah Sulawesi Selatan.

Guru SD Inpres Paria, Ahyar Muntasir, memberikan klarifikasi setelah dilaporkan ke polisi karena menempeleng muridnya, Muh Zakir (11), Selasa (8/10/2019).

Ahyar Muntasir dilaporkan atas kasus dugaan penganiayaan terhadap Muh Zakir, muridnya di SD Inpres Paria, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulsel.

Menurut Ahyar, ia menempeleng Zakir karena tersinggung dengan perkataannya.

Zakir bilang, Ahyar menghamili salah satu guru yang juga mengajar di SD tersebut.

Perkataan itu membuat Ahyar marah kemudian memanggil Zakir ke kelas lalu menempeleng.

Apa saja kata Ahyar, simak videonya!

Menurut keterangan keluarga murid, Saiful, Muh Zakir yang duduk di bangkus kelas V SD itu mendapat tindakan kekerasan dari oknum guru, Ahyar Muntasir.

Ahyar Muntasir, merupakan guru kelas di SD Inpres Paria.

"Pengkuan adek saya (Muh Zakir), dia katanya ditempeleng sama pak Ahyar waktu di sekolah," kata Saiful kepada TribunBarru.com (grup Surya.co.id).

Saiful sendiri adalah kakak ipar Muh Zakir.

Saiful bersama keluarga keberatan atas tindakan yang dilakukan Ahyar terhadap Zakir.

"Tadi saya sudah laporkan ke Polsek Tanete Riaja bersama dengan adik Zakir, karena kami pihak keluarga keberatan," ujarnya.

Saiful mengungkapkan, kasus pemukulan yang dialami Zakir terjadi pada Senin (7/10/2019) kemarin.

Atas tindakan tersebut, Zakir mengalami bengkak pada bagian bibir dan mengeluh kepala pusing.

"Zakir sendiri yang mengaku langsung ke keluarga katanya dia ditempeleng sama dipukul kepalanya sama itu guru (Ahyar). Begitu juga keterangannya ke Polisi waktu melapor," ungkap Saiful.

Sementara Ahyar yang dikonfirmasi, mengakui jika dirinya menempeleng bagian wajah Zakir.

Namun pada saat menempeleng, menurut Ahyar, tekanan tangannya tidak keras.

"Memang saya tempeleng, tapi tidak kerasji," kata Ahyar sambil mempraktekkan gerakannya.

Ahyar mengatakan, tindakan itu ia lakukan karena tersinggung dengan perkataan Zakir.

"Kebetulan ada guru perempuan di SD Paria, dia hamil. Nah masa Zakir bilangi saya yang menghamili itu guru," katanya.

Karena perkataan tersebut, Ahyar kemudian memanggil Zakir ke kelas lalu menempeleng.

"Tapi tidak kerasji caraku tempeleng. Itu juga katanya pusing kepalanya dipukul, padahal saya tidak pukul bagamanaji, cuma saya katto saja (kepalanya) pake tangan," imbuhnya.

Kasus ini sudah sampai ke telinga Kepala Dinas Pendidikan Barru, Andi Adnan Aziz. (*)

Isi Pesan WhatsApp (WA) Istri yang Bikin Suami Pilih Bunuh Diri di Tempat Kerja, ini 4 Faktanya

Fakta Terbaru Wanita Cantik Berhubungan Badan dengan 3 Pria Sehari, Tewas saat Layani Pria Ketiga

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral, Motivator Tempeleng Siswa Saat Seminar",

Penulis : Kontributor Malang, Andi Hartik
Editor : Khairina

Editor: Tri Mulyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved