Berita Tulungagung

Tugu Pencak Silat di Ruang Publik Tulungagung Dianggap Tak Bermanfaat, Ulama Sebut Seperti 'Berhala'

wacana penghancuran tugu-tugu pencak silat di Tulungagung kembali menguat setelah kasus penganiayaan anggota Banser

Tugu Pencak Silat di Ruang Publik Tulungagung Dianggap Tak Bermanfaat, Ulama Sebut Seperti 'Berhala'
surya/rahadian bagus
Ilustrasi tugu pencak silat 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Polres Tulungagung memastikan penyerangan rombongan Banser pada Minggu (13/10/2019) sore di Kecamatan Bandung merupakan buntut konflik antar-pergurun pencak silat. Sebelumnya penyerangan, ada rombongan anggota Pagar Nusa melintas di Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung.

Rombongan ini berkonflik dengan warga, yang diduga dari perguruan silat lainnya. Selang beberapa waktu, Banser yang melintas di jalan yang sama diserbu warga karena dianggap masih satu rombongan yang sama.

Buntut penyerangan ini, wacana penghancuran tugu-tugu pencak silat kembali menguat. Tugu-tugu ini dianggap salah satu yang memicu konflik, karena seolah menjadi klaim wilayah kekuasaan.

“Sebenarnya penghancuran tugu pencak silat sudah diusulkan beberapa tahun yang lalu,” ujar Ketua MUI Tulungagung, KH Hadi Mohammad Mahfudz, Kamis (17/10/2019) di Mapolres Tulungagung.

Gus Hadi, demikian panggilan KH Hadi Mohammad Mahfudz, adalah salah satu tokoh yang diundang setiap kali ada konflik antarperguruan silat.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Mlaten Kauman ini, tugu ini sudah mirip seperti berhala.

Sebab setiap kali ada masalah dengan tugu, anggota perguruan silat itu akan merasa tersakiti dan membalas.

“Jadi mereka merasa jauh tersaikiti kalau tugunya disakiti, dari pada NKRI yang disakiti,” ucap Gus Hadi.

Karena itu, lanjutnya, tugu-tugu pencak silat di ruang publik dan fasilitas umum seharusnya tidak diperbolehkan lagi.

Kecuali di lahan-lahan pribadi masih diperkenankan, namun harus dengan pembatasan, agar tidak muncul perilaku layaknya memuja berhala.

Masih menurut Gus Hadi, fakta di lapangan saat ini tugu-tugu perguruan pencak silat ini semakin jor-joran.

“Lebih banyak negatifnya dari pada positifnya,” tegas Gus Hadi.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, menuturkan pihaknya sudah berkonsultasi dengan Forkopimda.

Jika memang tugu pencak silat dianggap lebih banyak menimbulkan dampak negatif, maka akan dihancurkan.

“Karena sebenarnya prinsipnya hanya tugu Pancasila yang seharusnya kita pertahankan,” ucap EG Pandia.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved