Berita Pasuruan

Tanamkan Wawasan Kebangsaan, Kapolsek Nongkojajar Ajak Pelajar Milenial Jogo Pasuruan

Di hadapan ratusan siswa-siswi, Kapolsek menyerukan pelajar menjadi barisan terdepan di masa sekarang.

Tanamkan Wawasan Kebangsaan, Kapolsek Nongkojajar Ajak Pelajar Milenial Jogo Pasuruan
surya.co.id/galih lintartika
Kapolsek Nongkojajar Polres Pasuruan AKP Akhmad Shukiyanto saat sosialisasi di SMKN 1 Tutur, Kamis (17/10/2019) pagi. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kapolsek Nongkojajar Polres Pasuruan AKP Akhmad Shukiyanto meminta pelajar milenial Pasuruan, untuk menjadi pelopor dalam gerakan Jogo Pasuruan.

Hal itu ditegaskan Kapolsek, saat memberikan sosialisasi di SMKN 1 Tutur, Kamis (17/10/2019) pagi.

Di hadapan ratusan siswa-siswi, Kapolsek menyerukan pelajar menjadi barisan terdepan di masa sekarang.

Kapolsek mengatakan, pelajar menjadi harapan bangsa dan negara di masa yang akan datang.

Maka dari itu, ia menjadi barisan terdepan.

Bagaimana bangsa dan negara ke depan, menjadi tanggung jawab pelajar milenial sekarang.

Dalam kesempatan ini, Kapolsek memberikan penyuluhan dan pembinaan tentang wawasan kebangsaan.

"Saya ingin memastikan pelajar di wilayah saya ini, benar-benar memahami tentang ideologi bangsa dan negara. Jangan sampai mereka salah mengartikannya," kata Kapolsek.

Ia meminta, pelajar di sini untuk ikut menjaga Pasuruan. Kata dia, sudah ada gerakan Jogo Pasuruan.

Nah, ia sangat menginginkan pelajar di sini untuk bersama-sama mencintai Pasuruan.

"Dengan cinta, maka semuanya bisa sirna. Dalam artian, yang awalnya tidak suka, karena cinta bisa sirna dan kembali cinta. Saya ingin adik-adik ini cinta tanah air dan bangsa ," jelasnya.

Kapolsek sangat tidak menginginkan ada pergerakan pelajar yang berujung anarkis.

Ia meminta pelajar untuk fokus dan belajar yang rajin agar meraih cita-citanya, dan membanggakan orang tua, bangsa sekaligus negara.

Mantan Kanit Lama Lantas Polsek Pandaan ini mengimbau siswa-siswi untuk tidak melakukan tindakan anarkisme dan tidak ikut ajakan aksi demonstrasi dalam bentuk apapun.

“Demi kepentingan peserta didik dan masa depan genereasi bangsa ini, kami menghimbau untuk tidak mengikuti dan melakulan, tindakan yanh dapat merugikan masa depannya, karena bukan menjadi kewajibannya sebagai pelajar. Mari ikut mewujudkan Pasuruan aman, damai dan tentram," pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved