Berita Pasuruan

Negara Diduga Rugi Rp 3 Miliar dari Korupsi TKD, Kades & Mantan Ketua BPD di Pasuruan Masuk Penjara

Kejari Kabupaten Pasuruan akhirnya menjebloskan dua orang tersangka korupsi penyalahgunaan Tanah Kas Desa (TKD) untuk penambangan pasir liar

Negara Diduga Rugi Rp 3 Miliar dari Korupsi TKD, Kades & Mantan Ketua BPD di Pasuruan Masuk Penjara
surya/galih lintartika
Kades Bulusari Yudono dan Mantan Ketua BPD Bambang Nuryanto digelandang menuju Rutan Bangil. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan akhirnya menjebloskan dua orang tersangka korupsi penyalahgunaan Tanah Kas Desa (TKD) untuk penambangan pasir liar, Kamis (17/10/2019). Kedua tersangka yang ditahan adalah Kepala Desa (Kades) Bulusari Yudono dan mantan Ketua Badan Permusyrakatan Desa (BPD) Bulusari Bambang Nuryanto.

Penahanan ini sangat mengejutkan, sebab untuk sampai tahap ini, Korps Adhyaksa membutuhkan waktu dua tahun menuntaskan kasus ini dari awal laporan masuk. Kedua tersangka ini ditahan setelah menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, keduanya kompak mangkir dari tiga kali panggilan pemeriksaan. Mereka selalu beralasan sakit dengan melampirkan surat dokterm

Kini, keduanya ditahan di Rutan Bangil.

Keduanya menjadi pihak yang bertanggung jawab atas penambangan liar TKD seluas 4,6 hektare tersebut.

“Dari aksi kedua tersangka ini, negara mengalami kerugian mencapai Rp 3 miliar. Hasil penambanagan itu tidak masuk dalam kas desa, dan dinikmati mereka sendiri,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra.

Denny menyebut unsur memperkaya diri sendiri ini sangat kuat.

Keduanya dengan sengaja tidak menyetorkan hasil penjualan sirtu pasir yang diambil dari TKD.

Di sisi lain, aktivitas penambangan itu juga diduga kuat ilegal.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik mendatangkan ahli geodesi dan Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk menghitung kerugian negara akibat pengerukan galian tambang pasir batu (sirtu) pada kurun waktu 2013-2017.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved