Berita Madiun

Merasa Ditipu, Calon Kades di Madiun Minta Panitia Lakukan Hitung Ulang Surat Suara

Terkait dengan sah atau tidak sahnya suara dalam pencoblosan, pihak panitia merujuk pada lampiran Perbup Madiun 31 tentang Kepala Desa.

Merasa Ditipu, Calon Kades di Madiun Minta Panitia Lakukan Hitung Ulang Surat Suara
surya.co.id/rahadian bagus priambodo
Calon Kades Geger mendatangi Kantor Desa Geger, meminta panitia Pilkades agar melakukan penghitungan ulang. 

SURYA.co.id | MADIUN - Seorang peserta Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun meminta melakukan penghitungan surat suara Pilkades Geger.

Mahmud Rudiyanto, yang merupakan calon kepala desa nomor urut 05, menganggap panitia telah menipu pemilih dan peserta calon kades.

Selain itu, panitia juga dianggap menyimpang dari peraturan yang mengatur tata cara pemilihan kepala desa.

Rencananya, Kamis (17/10/2019) siang ini, Rudiyanto akan melaporkan panitia Pilkades Geger ke Polres Madiun.

'Saya akan mengajukan tuntutan hukum ke pihak kepolisan, karena panitia melakukan tipu muslihat, menipu pemilih dan peserta Pilkades," kata Rudiyanto, saat ditemui di Kantor Desa Geger.

Dia menuturkan, pada saat dilakukan penghitungan suara, Rabu (16/10/2019), banyak surat suara yang dinyatakan tidak sah oleh panitia.

Setelah ia mengumpulkan saksi, ternyata surat suara tidak sah itu karena coblos tembus.

"Saya menuntut panitia, untuk menghitung ulang surat suara tidak sah," katanya.

Dia mengatakan, dari hasil penghitungan suara ia mendapat suara sebanyak 731.

Sementara lawannya, yang menjadi pemenang bernama Sylamsudin mendapat suara 756, menang dengan selisih 25 suara.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved