Berita Tenggalek

Jumlah Desa yang Kekeringan Bertambah, Bupati Trenggalek Pantau Pengiriman Air Bersih

ekeringan di Kabupaten Trenggalek masih terus berlangsung. Bahkan, jumlah desa yang kekeringan terus bertambah

Jumlah Desa yang Kekeringan Bertambah, Bupati Trenggalek Pantau Pengiriman Air Bersih
surya/aflahul abidin
Pengiriman air bersih di Desa Cakil, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Kamis (17/10/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Kekeringan di Kabupaten Trenggalek masih terus berlangsung hingga pertengahan Oktober ini.  di semua kecamatan terus bertambah.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Kapolres Trenggalek Jean Calvijn Simanjuntak dan Dandim 0806 Trenggalek Letkol Inf Dodik Novianto melakukan pengiriman air bersih ke Desa Cakul, Kecamatan Dongko, Kamis (17/10/2019).

Bupati yang biasa disapa Mas Ipin ini mengatakan pengiriman air bersih ke berbagai titik lokasi kekeringan sudah berjalan sejak sekitar dua bulan terakhir.

"Kami ingin memastikan distribusi air karena kekeringannya cukup panjang. Yang kami prediksi sebelumnya sudah hujan, tapi ternyata masih butuh bantuan air," kata Mas Ipin.

Setidaknya, 23.000 liter air bantuan dari berbagai pihak didistribusikan di Desa Cakul.

Air dari beberapa tangki besar mobil disalurkan ke tempat penampungan sementara.

Warga Sesa Cakul yang sudah empat bulan mengalami kekeringan menyambut bantuan itu secara antusias.

Menurut Mas Ipin, peta kekeringan di Trenggalek menunjukkan titik kekeringan terjadi di 52 desa.

Sementara data BPBD Kabupaten Trenggalek mencatat, kekeringan terjadi di 47 desa di semua kecamatan.

Ketua RT 30 RW 15 Desa Cakul, Sarno (55), mengaku kebutuhan air bersih di daerahnya cukup mendesak.

Sarno menyebut bantuan air dari Pemkab Trenggalek memang beberapa kali datang, namun itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan normal sehari-hari.

"Warga kadang beli, Rp 100.000 per gentong yang lokasinya di desa sebelah," tukas Sarno.

Beberapa warga juga memilih untuk mengambil air di sumber yang tersisa.

"Namun, lokasinya sekitar 3 km dan aksesnya harus jalan kaki," ujarnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved