Berita Surabaya

Sidak di Puskesmas Dupak, Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi Dapati Keluhan Masyarakat soal ini

Sistem layanan kesehatan di Kota Surabaya terus dibenahi. Salah satu yang siap dibenahi berikutnya adalah sistem antrian di puskesmas.

Sidak di Puskesmas Dupak, Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi Dapati Keluhan Masyarakat soal ini
foto: istimewa
Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi sidak ke Puskesmas Dupak, Sabtu (12/10/2019). Dalam sidak itu Eri mendapat keluhan masyarakat terkait antrean ke puskesmas. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Saat melakukan sidak di Puskesmas Dupak, Kepala Bappeko Surabaya Eru Cahyadi mendapat keluhan soal antrean di lembaga layanan kesehatan tersebut.

Pemkot tidak memungkiri bahwa sistem layanan kesehatan di Kota Surabaya perlu terus dibenahi.

Salah satu yang siap dibenahi adalah sistem antrean di puskesmas. Antrean pasien yang datang ke Puskesmas bakal segera dibenahi oleh Pemkot Surabaya dalam waktu dekat.

Hal itu diakui Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi seusai sidak ke Puskesmas Dupak, Sabtu (12/10/2019).

Eri mendapatkan keluhan masyarakat terkait antrean ke puskesmas tersebut.

Pasalnya, saat Eri sidak ke puskesmas Krembangan saat itu, banyak pasien yang antri berdiri di luar, di tempat e-kios untuk mendaftar online antrian. Ternyata terjadi kerusakan untuk sistem online.

"Tadi kami sempat melihat ada sistem antri\ean online yang rusak. Ternyata karena kerusakan itu, mereka mendaftar antrian secara manual. Dan saat sistem online sudah bisa ternyata mereka diharuskan antri lagi, padahal seharusnya nggak begini, yang masukkan ya petugas lah," kata Eri.

Hal tersebut menjadi keluhan masyarakat yang ada di puskesmas. Sebab sistem tersebut akhirnya membuat masyarakat harus antri dua kali. Manual dan online. Padahal ada yang sakit parah, akhirnya harus berdiri antri memasukkan data lagi ke e-kios.

Pihaknya kini juga sedang mengkomunikasikan dengan Dinas Kominfo dan Dispendukcapil.

Khususnya untuk sinkronisasi untuk sistem antrian. Sebab Eri ingin ada display yang cukup memudahkan calon pasien untuk melihat antrian dan layanan di setiap poli.

"Saat ini hanya ada display loket 1, 2 dan 3, saya sedang koordinasi agar kita beri anggaran supaya pasien bisa melihat display poli ini kosong, poli ini ada layanan. Selain ada kamera, orang juga terinformasi poli A, misalnya, sudah antrian ke berapa, berarti dia kurang berapa antrian lagi. Kayak antrian bank lah," kata Eri.

Dengan begitu, maka harapannya masyrakat akan lebih nyaman dan ada kepastian. Selain sudah terjadwal dalam antrian online, saat tiba di layanan puskesmas juga terinformasi saat ini sudah ke berapa antrian yang sedang diproses dan butuh berapa lama lagi dia harus menunggu.

Perbaikan layanan kesehatan dikatakan Eri menjadi konsen Pemkot Surabaya. Sebab layanan kesehatan menjadi salah satu indikator bagaimana masyarakat bisa puas mendapatkan layanan pemerintah.

"Tahun ini kita juga sedang mengajukan tim medis. Tahun 2019 ini kita sudah usulkan ada tambahan medis. Sebab kita akui bahwa jumlah dokter kita kurang. Jadi bagaimana caranya kita bisa merekrut tambahan tenaga bukan PNS," ucapnya.

Caranya ia berkoordinasi dengan Unair supaya bisa melakukan kerjasama agar lulusan dokter muda bisa dikerjasamkan membantu puskesmas sebagai tenaga medis. Agar kebutuhan tenaga medis di Puskesmas Surabaya bisa terpenuhi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved