Berita Mojokerto

Satpol PP Kota Mojokerto Razia Rumah Kos Ditengarai Digunakan Tindak Asusila, ini Hasilnya

Suasana razia oleh Satpol PP Kota Mojokerto di rumah kos di wilayah Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Selasa (15/10/2019).

Satpol PP Kota Mojokerto Razia Rumah Kos Ditengarai Digunakan Tindak Asusila, ini Hasilnya
surya.co.id/febrianto ramadani
Suasana razia oleh Satpol PP Kota Mojokerto di rumah kos di wilayah Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Selasa (15/10/2019). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO -  Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto merazia sejumlah rumah kos di wilayah Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Selasa (15/10/2019).

Rumah kos ini  disinyalir menyediakan kamar untuk berbuat asusila.

Hasilnya, ada enam kamar kos yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2015 tentang Izin Penyelenggaraan Rumah Kos.

Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto, Sugiono mengatakan, dalam razia ditemukan enam kamar kos  yakni tiga kamar bukan pasangan suami-istri.

Selanjut, satu kamar perempuan satu laki-laki, satu kamar satu laki-laki satu perempuan dan satu kamar lagi satu laki-laki satu perempuan  dan anak di bawah umur.

"Yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan identitas sehingga sementara ini, kita lakukan pembinaan. Pemilik kos juga tidak bisa menunjukan izin rumah kos. Kita akan lakukan pemanggilan, apabila nanti tidak kooperatif maka akan kita lakukan penindakan lebih lanjut," ungkapnya, Selasa (15/10/2019).

Pihaknya juga tidak tahu rumah kos tersebut untuk laki-laki atau perempuan karena pemilik tidak memiliki izin rumah kos.

Sehingga, lanjut Sugiono, kamar kos di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan tersebut tidak ada ketentuan dan arahan sesuai dengan perizinan yang dibuat.

"Belum ada aturan yang mengikat sehingga kita lakukan razia, selain itu juga mendeteksi izin serta peruntukannya apa. Jika ada bukan suami istri di dalamnya, berarti dia menyediakan untuk berbuat asusila. Razia ini sesuai dengan Perda Nomor 12 Tahun 2015 tentang Izin Penyelenggaraan Rumah Kos," jelasnya.

Meski tidak mengamankan para penghuni maupun pemilik rumah kos, lanjut Sugiono, namun pihaknya telah mengamankan barang bukti.

Yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau surat yang sifatnya mengikat.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved