Sambang Kampung Lasem Barat

Rumah Warga di Stren Kali Diajak Balik Kanan Menghadap Sungai

Warga kampung RT 19 RW 5 Lasem Barat, Kelurahan Dupak Bangunrejo, Kecamatan Krembangan sudah lama mengeluhkan soal kondisi kampung mereka.

surya.co.id/fatimatuz zahro
Kepala Bappeko sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Eri Cahyadi meninjau kampung RT 19 RW 5 Lasem Barat Kelurahan Dupak Bangunrejo, Kecamatan Krembangan, Sabtu (12/10/2019). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA -  Warga kampung RT 19 RW 5 Lasem Barat, Kelurahan Dupak Bangunrejo, Kecamatan Krembangan sudah lama mengeluhkan soal kondisi kampung mereka yang ada di stren kali Lasem.

Pasalnya rumah mereka yang ada di stren kali atau bantaran sungai kerap menjadi korban akibat kondisi plengsengan sungai yang tak layak. Rumah warga di stren kali tersebut kerap ambrol akibat plengsengan yang mengalami longsor.

Setelah beberapa lama mengajukan pengaduan, akhirnya masalah tersebut teratasi dengan peninjauan yang dilakukan oleh Kepala Bappeko yang sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Eri Cahyadi meninjau kondisi kampung mereka, Sabtu (12/10/2019).

"Alhamdulillah Pak Eri dan tim sudah datang dan meninjau langsung kampung kami. Beliau menjanjikan akan melakukan perbaikan untuk kondisi plengsengan sungainya, tapi masih dikoordinasikan dengan BPWS," kata Ketua RW 5 Suwarno.

Pihaknya sangat mengapresiasi solusi yang diberikan Pemkot. Sebab selama ini ada sekitar puluhan rumah warga yang kerap menjadi korban lonngsoran plengsengan sungai. Mereka terpaksa harus memeperbaiki rumahnya sendiri lantaran fasilitas plengsengan sungai yang kurang memadai dan kerap terjadi longsor.

Tidak hanya itu, usai diskusi lama dengan warga setempat di lokasi plengsengan, Eri juga mengajak warga kampung tersebut untuk melakukan gerakan bersama 'balik kanan'.

Yaitu mengubah muka rumah warga tidak lagi membelakangi sungai melainkan menghadap ke sungai. Dengan menghadap ke sungai maka warga kampung akan mendapatkan tanggung jawab untuk merawat dan menjaga kebersihan sungai.

Menanggapi hal tersebut, Suwarno mengatakan bahwa warganya siap saja untuk balik kanan dan membuat rumahnya menghadap sungai. Namun mereka ingin agar Pemkot membantu membuatkan infrastrukturnya.

"Kayak jalan bantaran sungainya lebih baik Pemkot yang membangunkan. Kalau untuk kita balik kanan mungkin warga sendiri siap," ucap Suwarno.

Sebab untuk menghadap ke sungai warga ingin agar ada jalan akses di depan rumah. Sepertj jalan setapak dengan lebar sekutar dua meter. Yang dibangun baik dengan sarana seperti paving. Dengan begitu harapannya kampung mereka juga akan lebih rapi dan tertata. Sehingga semangat untuk menjaga kampung lebih besar.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RT 19 Kasiono. Ia mengatakan total ada sebanyak 50 an rumah yang siap menghadap ke sungai di sepanjang stren kali tersebut. Mereka siap kooperatif untuk menjalankan program Pemkot Surabaya.

"Tapi jalan di depan rumah nanti tolong dibantulah. Agar warga juga tidak sumpek kalau di depan rumahnya ada jalan sebagai infrastruktur pendukung," tegas Kasiono.

Total jalan yang dibutuhkan sekitar 600 meter. Dari ujung ke ujung kampung yang ada di stren kali. Lokasi tersebut juga yang ditinjau bersama Eri Cahyadi.

Pihaknya mengatakan bahwa solusi yang diberikan Pemkot sudah sejalan dengan apa yang diinginkan warga. Oleh karenanya warga kampung berharap agar realiasi perbaikan kampung tersebut bisabsegera dilakukan dan diwujudkan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved