Pertunjukan Teater Akar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Trunojoyo Madura

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengadakan Pentas Perdana Teater Akar

Pertunjukan Teater Akar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Trunojoyo Madura
ist/citizen reporter
Teater Kertas - Pertunjukan Teater Akar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Trunojoyo Madura 

Namun, ending cerita ini cukup membuat semua penonton terharu, karena Nayla yang memiliki latar belakang gelap akhirnya menjadi penulis yang berhasil menceritakan kisahnya dalam buku karangannya.

Pada naskah kedua, monolog Surat kepada Setan diperankan M Thoriqul Aziz.

Ketua Umum Teater Akar itu berperan sebagai lelaki berumur sekitar 60 tahun, beruban, dan bersuara layaknya pria tua.

Thoriq total berperan sebagai pria tua.

Walaupun sempat menjadi lelaki tua yang kaku dalam berjalan, ia pada akhirnya menunjukkan kelincahan dalam melompat, berjalan, dan melakukan beberapa adegan layaknya orang yang masih muda.

Monolog ini sangat menggugah penonton karena menunjukkan kelakuan orang-orang politik dalam lembaga parlemen dan beberapa polemik yang ada di dalamnya.

"Saya sangat mengapresiasi pentas perdana Teater Akar ini, karena di tengah-tengah panasnya situasi dan kondisi politik karena adanya polemik RUU dan lain-lain, Teater Akar justru menghangatkan situasi dengan cara berkarya seni, sesuai dengan jargon Teater Akar, yaitu hidup berkarya, semangat berbudaya!” tutur Ari Slamet, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa PBSI yang diberi kesempatan memberikan sambutan.

Dwi Farisa Agustini

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Trunojoyo Madura

Dwifarisa49@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved