Citizen Reporter

Perkenalkan Tenun Doyo, Kain Tenun Khas Kutai Barat Kalimantan Timur di Paris

Doyo termasuk gulma dengan nama latinnya Culculigo Lati Folia yang menyerupai tumbuhan pandan dengan ujung daun runcing

Perkenalkan Tenun Doyo, Kain Tenun Khas Kutai Barat Kalimantan Timur di Paris
ist/citizen reporter
Tenun Doyo 

Ujung pengikat tumpuan adalah ibu jari kaki. Serat-serat itu dibelah-belah, dipilin menjadi benang, dan disambung atau disebut nukul dengan simpul yang halus hingga mencapai benang panjang (100-200 meter).

Benang yang tersambung digulung atau muntallawai siap untuk proses penenunan menjadi kain.

Proses penenunan memerlukan waktu 3-4 bulan. Setiap motif memiliki simbol.

Motif naga melambangkan keayuan atau pesona wanita.

Limar atau perahu melambangkan kerja sama dalam usaha. Motif Upak Tolang atau kulit bambu melambangkan kesuburan.

Pewarnaan atau nyarau menggunakan bahan-bahan alam.

Hitam dari arang kayu damar, merah dari kulit batang pohonuar, buah glinggam, atau tumbukan batu lado yang banyak ditemukan di Sungai Lawa.

Kuning menggunakan kunyit, sedangkan hijau menggunakan tumbuhan putri malu.

Karena bahannya dari serat tumbuhan, tenun doyo bertekstur kaku.

Supaya bersaing dalam fashion, serat doyo mulai dicampur dengan bahan kapas.

Halaman
1234
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved