Berita Pasuruan

Pasca Demo Warga 5 Desa, Perusahaan Ini Ikut Investigasi Pencemaran Sungai Wangi Pasuruan

Itu sesuai dengan komitmen perusahaan untuk tetap ikut menjaga lingkungan dan tidak mencemarinya.

Pasca Demo Warga 5 Desa, Perusahaan Ini Ikut Investigasi Pencemaran Sungai Wangi Pasuruan
surya.co.id/galih lintartika
Kondisi Sungai Wangi Kabupaten Pasuruan yang tercemar limbah industri, Selasa (15/10/2019). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Pasca unjuk rasa warga lima desa di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, terkait pencemaaran Sungai Wangi pekan lalu, PT CS2 Pola Sehat menghentikan operasional pabrik.

Bahkan, tidak ada limbah cair dari perusahaan yang dibuang ke Sungai Wangi dalam beberapa hari terakhir.

Itu sesuai dengan komitmen perusahaan untuk tetap ikut menjaga lingkungan dan tidak mencemarinya.

Perusahaan juga sepakat ikut serta dalam upaya investigasi yang dilakukan Pemkab Pasuruan, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dan masyarakat untuk mencari tahu limbah siapa yang mencemari lingkungan.

Namun, sungai tersebut tetap tercemar. Air sungai di sini tetap berwarna hitam pekat, berbau dan berbusa.

“Pencemaran itu terlihat saat pagi dan sore hari. Kalau siang dan malam kondisinya normal, airnya jernih. Tapi saat pagi dan sore hari berubah tercemar,” kata Majid, salah seorang warga, Selasa (15/10/2019).

Sekadar diketahui, akibat dari unjuk rasa warga lima desa di Kecamatan Beji pada pekan lalu, membuat PT CS2 Pola Sehat meliburkan ratusan karyawan harian lepas.

Saat itu, perusahaan harus mematuhi lima poin yang disepakati antara warga dan perusahaan saat aksi demo tersebut.

Dari poin itu, perusahaan selanjutnya tidak memproduksi teh kemasan yang selama ini dilakukan.

Perusahaan hanya memproduksi air mineral dalam kemasan.

“Kami sangat dirugikan dengan hal ini. Penghasilan kami dari usaha warung sangat berkurang drastis. Warga lainnya yang juga menggantungkan rejeki dari penitipan motor, pakiran, indekos di Dusun Keceling ini juga merasakan hal yang sama,” kata Fathur, warga lainnya.

Sementara itu, Head Of Corporate and Marketing OT Group, Harianus Zebua mengungkapkan pengolahan limbah cair PT CS2 Pola Sehat dilakukan menggunakan sistem Waste Water Treatment Plant (WWTP).

Selain itu, setiap bulan sample limbah PT CS2 Pola Sehat diambil untuk dianalisa oleh DLH Kabupaten Pasuruan sebagai bagian dari fungsi pengawasan dari proses waste water treatment.

“Hasil olahan limbah cair sebelum dibuang ke sungai sudah jernih dan tidak berbau sama sekali. Limbah yang kami keluarkan juga sesuai dengan baku mutu yang berlaku. Kami selalu kontrol,” kata Harianus Zebua.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved