Berita Lamongan

Kejari Tetapkan Bendahara KPU Lamongan Tersangka, Diduga Embat Dana Hibah Pilkada Serentak Rp 1,1 M

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan menetapkan Bendahara KPU sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah Pilkada Serentak 2015

Kejari Tetapkan Bendahara KPU Lamongan Tersangka, Diduga Embat Dana Hibah Pilkada Serentak Rp 1,1 M
istimewa
Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Yugo Susandi. 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan menetapkan Bendahara KPU sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah Pilkada Serentak 2015, Rabu (16/10/2019). Bendahara KPU itu bernama Irwan.

"Sudah, sudah ada penetapan satu tersangka dalam kasus ini” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lamongan, Yugo Susandi, kepada wartawan.

Penetapan Irwan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan penyelidikan dan penyidikan panjang.
Sebanyak dua alat bukti juga sudah dikantongi penyidik, termasuk keterangan sejumlah saksi.

Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi di internal KPU, juga para mantan komisioner KPU.

Menurut Yugo, pihaknya intens melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus ini dengan maraton memerika banyak pegawai KPU Lamongan.

"Kami juga akan mengungkap kemana saja uang itu diselewengkan tersangka," sambungnya.

Dana hibah anggaran Pilkada serentak 2015 itu diduga telah dikorupsi tersangka hampir mencapai Rp 1, 1 miliar.

"Ada 2 bukti yang secara hukum menentukan pelaku sebagai tersangka, ” ungkapnya.

Menurutnya, meski ada pengembalian uang yang dari salah seorang staf Sekertariat KPU Lamongan, namum tidak menghilangkan tindak pidana yang dilakukan tersangka.

Tersangka sebagai ASN setiap sebulan gajinya dipotong Rp 3,5 juta untuk pengembalian.

Menurutnya, penangganan dugaan penyelewengan dana hibah di KPU Lamongan pada penyelenggaran Pilkada 2015 lalu, berawal dari adanya temuan BPK, kemudian ditindaklanjuti oleh Kejaksaaan.

“Kerugian negara atas dugaan penyelewengan dana hibah tersebut mencapai Rp 1,1 milyar," katanya.

Data yang didapat Surya.co.id menyebutkan, Irwan dinilai sangat beragam saat mengkorupsi uang negara dari APBD II Lamongan.

"Bahkan, tersangka berani memalsu tanda tangan Sekretaris KPU Lamongan untuk mencairkan uang ABPD tersebut," pungkasnya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved