Berita Surabaya

Dilaporkan Lagi, Dikawal Polisi Bersenjata Lengkap, Dimas Kanjeng Disidangkan Lagi di PN Surabaya

Dengan menggunakan baju batik coklat, sekitar pukul 13.00, Dimas tampak keluar dari mobil tahanan dengan dikawal beberapa polisi bersenjata lengkap

Dilaporkan Lagi, Dikawal Polisi Bersenjata Lengkap, Dimas Kanjeng Disidangkan Lagi di PN Surabaya
SURYA.co.id/Samsul Arifin
Dimas Kanjeng saat akan memasuki Pengadilan Neger Surabaya guna jalani sidang, Rabu, (16/10/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dimas Kanjeng Taat Pribadi kembali didudukkan di kursi pengadilan, kali ini dia disidang atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Novan Arianto mengatakan bahwa Dimas Kanjeng kini jalani sidang dakwaan. 

Saat ditanya lebih lanjut soal sidang dalam kasus tersebut, Novan enggan membeberkannya.

Ia hanya menjelaskan bahwa kasus yang menjerat Dimas masih sama satu rangkaian dengan kasus terdahulu, namun beda pelapor saja.

"Masih satu materi dengan dulu. Nanti saja lah di persidangan. Saya nggak mau mendahului persidangan,"  terangnya, Rabu, (16/10/2019). 

Dimas Kanjeng sendiri tiba di Pengadilan Negeri Surabaya di Jalan Arjuno sekitar pukul 11.00 WIB. Ia dibawa dari Rutan Klas 1 Surabaya di Medaeng dengan menggunakan mobil tahanan khusus Kejati Jatim. 

Setiba di halaman pengadilan, Dimas tampak tidak langsung keluar tapi tetap berada di dalam mobil, karena masih menunggu jaksa dan hakim yang masih ada agenda sidang lain.

Dengan menggunakan baju batik coklat, sekitar pukul 13.00, Dimas tampak keluar dari mobil tahanan dengan dikawal beberapa polisi bersenjata lengkap. Ia berjalan menuju ke ruang sidang Cakra.

Untuk diketahui, Perkara ini adalah yang ke empat kalinya di jalani Dimas Kanjeng. Di perkara pertama, Dimas divonis 18 tahun penjara atas kasus pembunuhan. Sementara di kasus  kedua divonis 3 tahun penjara dalam kasus tipu gelap.

Sedangkan di perkara tipu gelap yang  ke tiga, Dimas divonis nihil oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dimas Kanjeng tidak bisa lagi dijatuhi hukuman, mengingat telah dijatuhi vonis 21 tahun penjara pada kasus pidana yang lainnya. Hal itu didasarkan pada Pasal 71 KUHP dan  Pasal 12 Ayat (4) KUHP.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved