Berita Tuban

Selesaikan Konflik, Pengurus Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Undang Pakar Hukum

Pengurus TITD Kwan Sing Bio Tuban mengundang pakar hukum untuk mencarikan solusi atas kemelut yang terjadi sejak 2013 di kelenteng tersebut.

Selesaikan Konflik, Pengurus Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Undang Pakar Hukum
surya.co.id/m sudarsono
Ketua Penilik Kelenteng Kwan Sing Bio, Alim Sugiantoro. 

SURYA.co.id | TUBAN - Pihak pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio mengundang pakar hukum di kelenteng setempat, Selasa (15/10/2019). Kehadiran pakar hukum adalah untuk mencarikan solusi atas kemelut yang terjadi sejak 2013 di kelenteng tersebut.

Ketua Penilik TITD Kwan Sing Bio Tuban, Alim Sugiantoro, mengatakan saat ini pihaknya bersama sejumlah pengurus telah mengundang ahli hukum Yudi Wibowo Sukinto. Ini dilakukan untuk mengurai permasalahan terkait hukum, yang bisa membuat pemilihan tak kunjung selesai selama bertahun-tahun. 

"Kami undang ahli hukum, meminta masukan dan saran atas kemelut yang terjadi di kelenteng, ini penyelesaiannya harus bagaimana," Ujarnya dikonfirmasi seusai acara.

Alim menjelaskan, permasalahan yang menjadi titik poin yaitu terkait status Yayasan yang mana tidak diperbarui saat masa pengurus habis, lalu tiba-tiba muncul perkumpulan

Menurut pandangan hukum ini tidak dibolehkan, sehingga harus dikembalikan ke yayasan lagi, karena rawan terhadap aset-aset kelenteng jika bentuknya perkumpulan.

"Kami kembalikan ke Yasayan, sedang kami pikirkan upayanya. Yayasannya tidak mati," Ujarnya.

Sementara itu, Ketua TITD Kwan Sing Bio, Gunawan Putra Wirawan menyatakan, pihaknya sudah mengundang semua pengurus agar hadir karena ada penjelasan dari ahli hukum atas permasalahan yang terjadi di kelenteng.

Namun banyak yang tidak membalas, sehingga yang mendengarkan penjelasan pakar hukum tidak banyak.

"Sudah saya undang semuanya, tapi ada yang tidak balas ada yang balas," Pungkasnya.

Sekadar diketahui, konflik kepengurusan di Kelenteng Kwan Sing Bio terjadi sejak 2013 seusai pemilihan pengurus.

Salah satu pihak ada yang tidak puas hasil tersebut, sehingga kepengurusan terkatung-katung hingga kini dengan status pengurus demisioner.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved