Berita Surabaya

Polisi Endus Dugaan Pemalsuan e-KTP di Surabaya, Material e-KTP Terbatas Diutamakan Pemohon Baru

Polrestabes Surabaya mengendus adanya praktik pemalsuan e-KTP di Surabaya.

Polisi Endus Dugaan Pemalsuan e-KTP di Surabaya, Material e-KTP Terbatas Diutamakan Pemohon Baru
Foto: istimewa
AKBP Sudamiran saat memberikan keterangan kepada awak media dalam sebuah kesempatan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polrestabes Surabaya mengendus adanya praktik pemalsuan e-KTP di Surabaya.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran saat dihubungi Surya.co.id, Selasa (15/10/2019).

Meski begitu, polisi belum sepenuhnya membuka informasi terkait adanya dugaan pemalsuan e-KTP di Surabaya lantaran masih proses penyelidikan.

"Benar kami sedang proses penyelidikan dugaan pemalsuan e-KTP, tapi nanti sabar dulu ya," singkatnya.

 Sedang material E-KTP di Surabaya dinyatakan kosong sejak pertengahan Juni 2019.

Kepala Dispenduk Capil Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji bahkan menyebut keterbatasan material e-KTP di Surabaya itu sejak dari pusat di Jakarta.

"Dari Jakarta kirimnya per dua minggu sekali itu 500 keping. Kadang dikirim kadang tidak," kata Sonhaji, Selasa (15/10/2019).

Material e-KTP tersebut tak sepadan dengan pemohon ktp baru yang mencapai belasan ribu pemohon selama total mulai Juni hingga Oktober 2019 ini.

"Kami prioritaskan pemohon baru, tentu sangat tidak sepadan," tambahnya.

Lebih lanjut, untuk mengatasi persoalan kosongnya material e-KTP di Surabaya, Sonhaji bahkan membuat surat keterangan dalam bentuk fisik maupun soft copy dalam bentuk pdf.

"Kegunaan dan fungsinya sama jadi untuk materialnya memang benar-benar tergantung dari pusat. Jadi pakai virtual certificate ini lebih simpel, sambil menunggu material e-KTP stabil kembali," lanjutnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved