Berita Lamongan

Merasa Ditipu Karyawan Perusahaan Asuransi di Lamongan, Seorang Ibu Mengaku Rugi Puluhan Juta Rupiah

Selama dua tahun iuran asuransi yang dibayarkannya tak sampai ke perusahaan asuransi, seorang ibu melapor ke Polres Lamongan.

Merasa Ditipu Karyawan Perusahaan Asuransi di Lamongan, Seorang Ibu Mengaku Rugi Puluhan Juta Rupiah
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Korban dugaan penipuan oleh karyawan salah satu perusahaan asuransi melapor ke SPKT Polres Lamongan, Selasa (15/10/2019) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Merasa dirugikan oleh Sujono (35), karyawan salah satu perusahaan asuransi di Lamongan, seorang ibu rumah tangga, Tri Ernawati (41) warga Tesan RT 011/RW 006, Kelurahan Tritunggal, Kecamatan Babat, Lamongan, melaporkan terduga penipuan ke Polres Lamongan, Selasa (15/10/2019).

Uang tanggungan asuransi untuk dua anaknya yang sudah dibayarkan kepada Sujono selama dua tahun (kurun waktu Oktober 2017 - Oktober 2019, red) tidak dibayarkan ke perusahaan asuransi.

Tri Ernawati telah mengikutkan asuransi untuk kedua anaknya itu sejak 2015.

"Setiap bulanya membayar sebesar Rp 1 juta untuk setiap anak," kata Tri Ernawati kepada polisi saat melapor di SPKT, Selasa (15/10/2019).

Pembayaran awal melalui auto debet, kemudian sekitar awal tahun 2017, Sujono datang ke rumah pelapor dan mengatakan bahwa ia sebagai sales asuransi yang diikuti korban.

Kemudian pembayarannya rutin dilakukan korban melalui Sujono.

Sejak Oktober 2017 hingga bulan Maret 2019 korban membayar asuransi tersebut untuk kedua anaknya melalui transfer ke rekening Sujono.

Pada April 2019, korban mengatakan pada Sujono untuk berhenti dulu membayar karena tidak pernah diberi bukti pembayaran oleh Sujono.

"Saya menaruh curiga, karena tidak ada bukti pembayaran," katanya.

September 2019, tiba-tiba Tri Ernawati didatangi seseorang yang mengaku petugas asuransi dan memberi tahu bahwa korban terakhir membayar asuransi hanya sampai pada tanggal 20 Oktober 2017.

Tri Ernawati kaget bukan kepalang, pasalnya ia rutin membayar melalui Sujono. Ternyata pembayaran itu tidak sampai ke perusahaan asuransi dan dipakai pribadi Sujono.

Akibat kejadian tersebut, korban dirugikan mencapai Rp 36 juta.

Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan karena laporannya baru masuk, pihaknya masih perlu memintai keterangan pelapor dan terlapor.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved