Formasi Kebutuhan CPNS 2019 Pemkot Malang Tunggu Keputusan Kemenpan-RB

Sejauh ini, Pemkot Malang masih menunggu hasil keputusan dari KemenPAN-RB terkait usulan formasi CPNS sebanyak 348 kuota.

Formasi Kebutuhan CPNS 2019 Pemkot Malang Tunggu Keputusan Kemenpan-RB
ist/kompas.com
Ilustrasi 

SURYA.co.id | MALANG - Formasi penetapan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Malang menuggu hasil dari pusat.

Rencananya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang akan datang ke Jakarta memenuhi undangan dari KemenPAN-RB, Kamis (17/10) 

"Undangan ini Rapat Koordinasi (Rakor) kepada seluruh daerah, bukan untuk ngambil, mudah-mudahan nanti keluar formasinya," ucap Wali Kota Malang, Sutiaji.

Sejauh ini, Pemkot Malang masih menunggu hasil keputusan dari KemenPAN-RB terkait usulan formasi CPNS sebanyak 348 kuota.

Dari kuota tersebut, yang paling banyak membutuhkan tenaga di bidang pendidikan, kesehatan dan juga IT.

Kenapa IT? Kata Sutiaji, Kota Malang saat ini sudah memasuki revolusi industri sesuai dengan misi Sutiaji-Edi Ekonomi Kreatif dan Smart City.

"Para ASN perlu dibimbing untuk memahami IT. Jadi kita perlu banyak tenaga IT. Karena ke depan kita akan masuk menjadi smart city," ucapnya.

Selain IT, tenaga pendidik juga paling banyak yang dibutuhkan oleh Kota Malang.

Pasalnya, Pemkot Malang saat ini masih banyak mengandalkan tenaga honorer atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sehingga kuota di bidang pendidik ini lebih banyak dibutuhkan dibandingkan kesehatan maupun IT.

"Formasinya nanti 70 persen PPPK dan 30 persen untuk CPNS. Karena kebutuhan kita ini banyak," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Malang, Anita Sukmawati mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu rakor dari pusat.

Pihaknya juga menunggu penjelasan mengenai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang manajemen PPPK.

Yang menjelaskan, bahwa Pemda tidak boleh lagi merekrut tenaga honorer.

"Kami belum tahu, nanti akan kami cari kepastian selain dari formasi CPNS tadi. Nanti hasilnya apa akan kami share setelah rakor," pungkasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved