Breaking News:

MotoGP

BERITA POPULER MOTOGP Hari Ini, Marc Marquez Bocorkan Strategi Tampil Maksimal di Musim Ini

BERITA POPULER MOTOGP Hari Ini, Marc Marquez Bocorkan Strategi Tampil Maksimal di Musim Ini

Penulis: Arum Puspita | Editor: Iksan Fauzi
kolase Twitter/box_repsol
BERITA POPULER MOTOGP Hari Ini, Marc Marquez Bocorkan Strategi Tampil Maksimal di Musim Ini 

"Dia adalah salah satu teknisi terbaik yang pernah bekerja dengan saya," ujar Bagnaia dikutip dari Corsedimoto.

"Saya senang dapat bekerja dengannya. Dengan potensi yang dimilikinya, dia layak mendapatkan kesempatan ini," tandasnya.

Juara dunia lima kali sekaligus mantan rekan setim Rossi, Jorge Lorenzo, juga memberikan testimoninya untuk Munoz.

"Dia adalah mekanik pertama saya pada tahun 2002. Saat itu saya baru berusia 15 tahun. Itulah satu-satunya kesempatan saya bekerja dengannya," tutur Lorenzo.

Pembalap asal Spanyol tersebut lantas menambahkan, "Saya melihatnya sebagai sosok yang kalem dan profesional. Dia juga adalah orang yang baik."

Terakhir, pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins, melontarkan pujiannya kepada mantan mekanik Pablo Nieto tersebut.

"Munoz jelas-jelas merupakan teknisi yang bagus, karena sangat cerdas. Dia juga memiliki pengalaman memenangi kejuaraan dunia," ujar Rins.

"Saya menantikan perubahan apa yang akan dibuatnya di MotoGP," imbuh pembalap berambut kriwil tersebut.

Munoz merupakan kepala kru ketiga yang pernah menangani motor The Doctor di kelas para raja sesudah Jeremy Burgess dan Silvano Galbusera.

Selain itu, Munoz juga merupakan orang kedua yang digaet Rossi dari akademi dan tim balapnya sendiri.

Munoz mengikuti jejak mantan pelatih balap Sky Racing, Idalio Gavira, yang direkrut Rossi menjadi pelatih pribadinya musim ini.

3. Marc Marquez Tepis Isu Honda RC213V untuk Dirinya

Penampilan Marc Marquez dalam MotoGP 2019 didukung oleh performa motor Honda RC213V yang ia gunakan. 

Marquez tercatat mampu membukukan total 14 podium dengan sembilan kali kemenangan dari 15 balapan yang telah dia lakoni musim ini.

Sejauh ini, dia hanya mengalami satu kali kegagalan tatkala gagal finis karena jatuh saat... memimpin balapan seri ketiga di Circuit of the Americas, Amerika Serikat.

Dengan penampilan yang kuat saat melaju bersama RC213V, Marc Marquez pun berhasil mengunci gelar juara setelah seri ke-15 MotoGP Thailand 2019.

Penampilan Marc Marquez yang cukup solid saat mengendari RC213V sangat jauh berbeda dengan apa yang ditunjukkan oleh rekan setimnya yakni Jorge Lorenzo.

Rider berjulukan X-Fuera itu hingga kini masih kesulitan menemukan ritme dan tak kunjung juga mampu menampilkan performa terbaiknya.

Sejauh ini, hasil terbaik yang mampu diraih Jorge Lorenzo bersama Repsol Honda adalah finis di urutan ke-11 saat mengaspal di Sirkuit Le Mans, Prancis.

Tak ayal, perbedaan hasil yang diraih kedua pembalap Repsol Honda tersebut memunculkan anggapan bahwa RC213V hanya didesain untuk Marc Marquez seorang.

Mendengar pernyataan soal motor RC213V tersebut, Marc Marquez berpendapat bahwa para pembalap lain harus bisa beradaptasi dengan motor Honda.

"Repsol Honda membuat sudah membuat motor dan pembalap harus bisa beradaptasi dengannya," kata Marc Marquez, dilansir BolaSport.com dari GPOne.

Baca Juga: Junjung Nasionalisme, Naomi Osaka Tolak Tawaran Jadi Warga Negara AS

Pembalap berkebangsaan Spanyol itu juga menilai bahwa masih ada sisi positif dari perbedaan hasil yang kentara ini.

Sisi positif itu adalah ketiga pembalap yang memakai motor pabrikan, termasuk Cal Crutchlow (LCR Honda), akan memberikan masukan yang sama untuk pengembangan motor baru.

"Hal positifnya adalah bahwa semua tiga pembalap yang memakai motor pabrikan akan memberikan umpan balik yang sama dan juga mempunyai gagasan serupa dengan konsep pengembangan RC213V," tambahnya.

Dengan umpan balik yang diberikan oleh para rider itulah, diharapkan para mekanik dan teknisi Honda bisa bekerja dengan lebih optimal untuk menambal kekurangan si kuda besi.

"Para teknisi akan membawa solusi dan pembalap harus bisa beradaptasi, ini adalah sebuah olahraga ketika pembalap masih bisa untuk membuat perbedaan," ujar Marquez.

"Tapi saya pikir persentasenya hanya 30 persen saja, motor dan tim akan menjadi sebuah hal yang paling mendasar, Anda harus bisa bekerja sama dengan tim Anda," pungkasnya.

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved