Risma Jelaskan Alasannya Melibatkan KPK Dalam Merebut Aset Pemkot Surabaya yang Terancam Raib

Tri Rismaharini mengaku kerap berkirim surat ke KPK terkait usaha perebutan beberapa aset Pemkot Surabaya yang terancam jatuh ke tangan pihak ketiga.

Risma Jelaskan Alasannya Melibatkan KPK Dalam Merebut Aset Pemkot Surabaya yang Terancam Raib
SURYA.co.id/Yusron Naufal Putra
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat keluar dari ruang kerja Wali Kota Surabaya bersama Tri Rismaharini, Senin (14/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku kerap berkirim surat ke KPK terkait usaha perebutan beberapa aset Pemkot Surabaya yang terancam jatuh ke tangan pihak ketiga.

Risma mengatakan sudah lama mengirimkan surat untuk dibantu merebut beberapa aset yang dinilai cukup rumit.

"Tiap kali ada persidangan di pengadilan kami selalu buat laporan kepada KPK bahwa kami minta bantuan untuk pengawasan," kata Risma saat ditemui usai audiensi bersama Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Senin (14/10/2019).

Menurut Risma, beberapa usaha perebutan aset Pemkot memiliki tingkat kerumitan tersendiri.

Diantaranya Risma menyebut, seperti Tanah Di Jalan Pemuda nomor 17, Tanah dan Bangunan SDN Ketabang 1, Aset tanah di Jalan Kusuma Bangsa no. 114 Surabaya, meskipun tak membeberkan detail alasan kerumitan tersebut.

"Karena itu, kami minta bantuan dari KPK," terangnya.

Namun Risma mengatakan, dirinya juga kerap berkirim surat tak hanya ke KPK, seperti kepolisian, Komisi Yudisial juga disebut diminta bantuan oleh dirinya.

Risma berharap upaya pengembalian aset Pemkot Surabaya cepat selesai. Sebab, Risma menegaskan aset tersebut akan disambut oleh warga Kota Surabaya.

"Ini bukan saya yang menang, tapi warga Surabaya asetnya bisa kembali," jelas Risma.

Sebagaimana diketahui, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menemui Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sebelum akhirnya melakukan sidak di dua lokasi aset Pemkot Surabaya yang disebut terancam jatuh kepada pihak ketiga.

Berdasarkan informasi, aset Pemkot Surabaya yang akan dibantu oleh KPK terdapat di empat lokasi diantaranya, tanah di Jalan Pemuda No. 17 Surabaya. Kemudian, Tanah dan Bangunan SDN Ketabang 1/288 Surabaya. Lalu, Aset tanah di Jalan Kusuma Bangsa no. 114 Surabaya. Serta, Aset tanah di Jalan Pasar Turi Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved