Liputan Khusus

Prof Kacung Marijan : Cari Pemimpin yang Bisa Bekerja Sebagai Pengganti Risma

Sosok pengganti Wali Kota Surabaya bisa diketahui dari pendekatan leadership (kepemimpinan),

SURYA.co.id
Prof Kacung Marijan MA PhD, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga 

News Analysis
Prof Kacung Marijan MA PhD
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga

SURYA.co.id | SURABAYA - Mencari sosok pemimpin terbaik sebagai pangganti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, sekarang ini tidak mudah.

Saya kira kalau fokusnya pada sosok tertentu, itu bisa kecewa. Karena setiap orang itu pasti berbeda.

Memang yang namanya Bu Tri Rismaharini, ya cuma satu. Bu Risma tidak bisa diduplikasi.

Bahkan, anaknya pun juga tidak bisa, karena pasti mempunyai karakter tertentu.

Paling penting, mencari pengganti pemimpin itu sebetulnya bisa diketahui dari sistemnya. Bagaimana penataannya dilakukan, sehingga siapun yang menjadi Wali Kota Surabaya akan bisa meneruskan sistem tersebut.

Sosok pengganti Wali Kota Surabaya bisa diketahui dari pendekatan leadership (kepemimpinan), karena sistem apapun yang digunakan pasti merujuk pada personal.

Jika personal bagus maka secara otomatis akan bisa menjalankan atau membenahi sistem tersebut.

Leader itu adalah orang yang tahu bagaimana menyelesaikan masalah, kedua tahu bagaimana menuju menyelesaikan masalah, dan ketiga bisa memimpin anggotanya untuk menuju penyelesaian. Sepanjang punya tiga hal itu, siapapun bisa.

Pemimpin itu bisa diketahui track record-nya, kemudian adakah kesempatan itu.

Saya yakin ada sosok mungkin melebihi Bu Risma juga ada di Surabaya ini.

Cuma yang menjadi permasalahannya adalah diberi kesempatan atau tidak? Baik itu kader partai atau non partai.

Sosok pemimpin bukan sekadar kader, tapi sosok pemimpin yang bisa bekerja.
Makanya partai-partai sekarang ini melakukan penjaringan dan penyaringan mencari sosok pemimpin terbaik.

Calon wali kota tidak harus dari Surabaya, bisa jadi orang luar kota atau mantan menteri.

Saya tidak mau menyebutkan nama orang, karena partai-partai politik pasti bisa mengindentifikasi dan menyeleksi.

Jadi kalau bisa usahakan invite (undang), baik itu warga Surabaya maupun bukan. Terpenting adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

Di sini akan terlihat nanti, teruji atau tidak, lalu visi dan misinya seperti apa. Surabaya adalah kota terbuka, masyarakatnya sangat dinamis.

Kriteria calo pemimpin harus warga Kota Surabaya, ya tentunya itu berat dilakukan. Ini menjadi sempit jika calonnya hanya dari Surabaya.

Sosok pemimpin masa depan Kota Surabaya menjadi sulit teridentifikasi.

Calon pemimpin itu bisa saja orang yang duduk di pemerintahan, dari BUMN maupun swasta, atau orang yang pernah memimpin lembaga-lembaga lain. Mungkin perguruan tinggi juga bisa.

Jadi kalau memilih pemimpin, jangan seperti memilih kucing dalam karung. Ini yang prestasinya sudah ada.

Jadi identifikasi itu lebih mudah untuk menjaring siapa calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya.

Kalau tidak, ya repot. Misalnya ketua partai di Surabaya, jadinya terbatas anggota DPRD Surabaya.

Atau misalnya orang Pemkot Surabaya, juga terbatas.

Kalau mau mencari calon Wali Kota Surabaya yang bagus, ya jangan dibatasi.

Cari orang yang berpengalaman, bisa kepala daerah yang ada di manapun, bukan di Jawa Timur saja.

Kita berharap pemimpin partai-partai politik lebih terbuka, cuma saya tidak terlalu seyakin itu.

Karena partai-partai politik juga punya kepentingan kadernya.

Jadi ini bukan hanya mencari pemimpin yang terbaik, tapi bagaimana menempatkan kadernya. Harus diubah mindset itu.

Partai-partai politik akan diuntungkan jika bisa menemukan pemimpin yang terbaik.
Karena masyarakat akan menganggap partai-partai politik itu serius mencari sosok pemimpin terbaik.

Jika pemimpin yang diusung itu suskses, yang diuntungkan partai juga.

Terkait peta pemilihan Wali Kota Surabaya, ini tempatnya terbatas.

Karena hanya satu partai yang dominan, yaitu PDI-P yang punya hak untuk mencalonkan.

Sementara partai lainnya itu minimal harus koalisi dua atau tiga partai.

Jika partai koalisi terbentuk dan berhasil menemukan sosok calon pemimpin terbaik, punya peluang menang dalam kompetisi Pilwali Surabaya 2020? Bisa saja, tidak menutup kemungkinan bisa menang.

Ketika partai koalisi memunculkan calon yang dikenal masyarakat, baik dari sosoknya dan prestasinya, itu ‘daya jualnya’ juga mudah.

Kecuali yang ditemukan itu orang yang tidak begitu dikenal, lalu prestasinya juga pas-pasan, ya berat. Itu daftar untuk kalah.

Partai-partai harus aktif, kalau mau mencari sosok pemimpin yang terbaik.

Dominasi partai merah di Surabaya tidak mengapa, kalau mereka bisa mencari sosok pemimpin terbaik.

Untuk itu partai-partai politik harus mengesampingkan kader, dan terbuka melakukan penjaringan dan penyaringan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya. (Mohammad Romadoni/Danendra)

Sumber: Surya Cetak
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved