Sabtu, 11 April 2026

Polisi Bekuk Dua Pria Asal Kediri yang Edarkan Pil Dobel L di Blitar

Penangkapan kedua pelaku ini berawal dari penggerebekan pesta miras yang dilakukan sekelompok pemuda di kandang ayam, Desa Ringinanyar

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/samsul hadi
Kedua tersangka pengedar pil dobel L saat menjalani pemeriksaan di ruang Satnarkoba Polres Blitar Kota, Senin (14/10/2019). 

BLITAR, SURYA - Satnarkoba Polres Blitar Kota membekuk Guntur Pamungkas (23) dan Hendri Bayu Saputra (21).

Dua warga Ngancar, Kabupaten Kediri itu tertangkap tangan mengedarkan pil dobel L di wilayah hukum Polres Blitar Kota.

"Kedua pelaku ini berteman, mereka sama-sama dari Ngancar, Kabupaten Kediri. Keduanya bekerja di bengkel las di Ngancar," kata Kasat Narkoba Polres Blitar Kota, AKP Imron, Senin (14/10/2019).

Penangkapan kedua pelaku ini berawal dari penggerebekan pesta miras yang dilakukan sekelompok pemuda di kandang ayam, Desa Ringinanyar, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Saat penggerebekan itu, polisi mendapati salah satu pemuda membawa pil dobel L.

Polisi kemudian menginterogasi pemuda yang kedapatan membawa pil dobel L itu. Pemuda itu mengaku membeli pil dobel L dari Guntur asal Ngancar. Polisi segera menangkap Guntur. Polisi mendapatkan barang bukti 5.700 butir pil dobel L dari Guntur.

"Guntur kami tangkap saat berada di Desa Ringinanyar, Ponggok. Dia hendak bertransaksi lagi di wilayah Desa Ringinanyar, Ponggok," ujar Imron.

Saat diperiksa, Guntur mengaku sejumlah barang itu dibeli dari temannya, Hendri. Polisi segera memburu Hendri dan menangkapnya di wilayah Ngancar. Tetapi, polisi hanya menemukan barang bukti empat butir pil dobel L dari Hendri.

"Barang milik Hendri sudah dibeli oleh Guntur. Hendri ini sebagai pemasok pil dobel L ke Guntur. Sedangkan Guntur yang mengedarkan ke wilayah Blitar," katanya.

Hendri mengaku baru setahunan berjualan pil dobel L. Dia mendapatkan barang dari seorang bandar di wilayah Kediri. Dia memesan barang itu lewat ponsel. Sedangkan pembayarannya dengan cara transfer lewat rekening bank.

"Saya tidak pernah ketemu orangnya. Transaksinya lewat telepon dan pembayarannya transfer lewat rekening. Pengiriman barangnya dengan cara sistem ranjau, barangnya ditaruh di tempat yang sudah disepakati," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved