Berita Tuban

BREAKING NEWS - Kecewa Pasar Besar Tuban Diratakan, Puluhan Orang Datangi Diskoperindag

Tiba-tiba terdengar kabar pasar diratakan dan akan dibangun berkonsep modern terdapat hotel serta tempat wisata.

BREAKING NEWS - Kecewa Pasar Besar Tuban Diratakan, Puluhan Orang Datangi Diskoperindag
surya.co.id/m sudarsono
Puluhan user Pasar Besar Tuban mendatangi kantor Diskoperindag untuk mediasi, Senin (14/10/2019) 

SURYA.co.id | TUBAN - Sekitar 30 orang user Pasar Besar Tuban (PBT) mendatangi kantor Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Senin (14/10/2019).

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kelanjutan pasar yang berada di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban tersebut.

Pasalnya, ratusan bangunan telah diratakan menggunakan alat berat tanpa sepengetahuan mereka, sekitar Selasa (1/10/2019).

Koordinator Paguyuban PBT, Yohana mengatakan, kedatangannya mereka ke kantor dinas untuk mengetahui bagaimana tindak lanjut pasar tersebut.

Pasalnya setelah tidak jelas perkembangannya, tiba-tiba terdengar kabar pasar diratakan dan akan dibangun berkonsep modern terdapat hotel serta tempat wisata.

"Kami datang untuk memperjelas ini, kami tanyakan ke kepala dinas," ujar Yohana didampingi user lainnya saat mediasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tuban, Agus Wijaya menyatakan, sebenarnya PT Hutama Karya selaku pengembang ingin mengundang semuanya untuk sosialisasi.

Tapi dengan segala keterbatasan, sehingga hanya beberapa orang yang diundang untuk mendapatkan penjelasan keberlanjutan pasar tersebut.

"Sudah ada yang diundang, tapi memang tidak semua. Kalau sudah ada Paguyuban seperti sekarang ini kan enak," ucapnya.

Saat ini mediasi malah berlangsung. Para user masih menunggu kejelasan apakah akan mendapatkan ganti rugi berlipat jika mundur sebagai pembeli, atau mendapatkan harga khusus jika ingin melanjutkan menempati pasar yang direvitalisasi tersebut.

Rencananya, pada Kamis (17/10/2019), akan dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Tuban, Fathul Huda.

Data yang dihimpun SURYA.co.id, pasar ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya sekitar tahun 2000.

Namun entah apa penyebabnya, pengembang tidak melanjutkan pembangunan hingga digugat Pemkab di Pengadilan Negeri Tuban pada 2016.

Gugatan yang dimenangkan Pemkab membuat HK harus membangun kembali pasar yang menelan biaya dari APBD sekitar Rp 14 Miliar itu.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved