Berita Ngawi

Sabu mulai Masuk Desa di Kabupaten Ngawi, Polisi Butuh Sebulan untuk Ungkap Kasusnya

Peredaran sabu, narkotika berbentuk kristal sudah menyasar warga pinggiran sejumlah desa, umumnya petani.

Sabu mulai Masuk Desa di Kabupaten Ngawi, Polisi Butuh Sebulan untuk Ungkap Kasusnya
surya.co.id/doni prasetyo
Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu menginterogasi Komarudin (38), tersangka pengedar sabu ke desa-desa di wilayah Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, yang tertangkap membawa 10,10 gram sabu. 

SURYA.co.id | NGAWI - Peredaran sabu, narkotika berbentuk kristal sudah menyasar warga pinggiran sejumlah desa,  umumnya petani. Polisi butuh waktu hampir satu bulan untuk menangkap pengedar dan pemasok barang haram itu.

Tidak main-main, untuk ukuran daerah, barang bukti 10,10 gram sabu didapat dari tersangka sebuah prestasi patut di apresiasi.

"Kita mendapat informasi adanya peredaran sabu atau narkotika golongan 1 bukan tanaman dari warga masyarakat di Desa Karangjati, Ngawi,"kata Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Hadi Joko Prayitno, Minggu (13/10).

Diungkapkan Kapolres untuk mengungkap peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Karangjati, yang berbatasan dengan Kabupaten Madiun ini Polisi butuh waktu hampir satu bulan.

"Dari laporan warga masyarakat di Karangjati, anggota kami melakukan investigasi dan penyelidikan (lidik) begitu lama. Dibutuhkan kesabaran untuk lidik kasus narkoba ini. Tidak bisa tergesa gesa,"ujarnya.

Setelah info didapat, lanjut Kapolres, sejumlah anggota Resnarkoba mulai berjaga jaga, secara tertutup di sejumlah titik di desa desa di wilayah Kecamatan Karangjati seperti yang diinformasikan warga.

"Informasi tepat, Komarudin (38) pengedar sabu yang disebutkan berhasil kami tangkap dipinggir jalan persawahan masuk Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi,"kata Kapolres.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil menemukan satu bungkus sabu seberat 10.10 gram, dalam bungkus aluminiumfoil berseling seling dengan kertas hingga berlapis lapis, yang akan diedarkan di wilayah Desa Karangjati, Ngawi.

"Tersangka Komarudin warga Desa Jenangan 2 RT05/RW02, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi sudah lama kami buntuti, tapi belum ada informasi lengkap. Setelah informasi benar dan bukti bukti kami kantongi, baru tersangka ini kami tabgkap,'ujar Kapolres Pranatal Hutajulu.

Dikatakan Kapolres Ngawi, selain BB sabu seberat 10,10 gram, disita juga satu unit sepeda motor trail 150 cc warna hijau, nomor polisi AE 2849 QC beserta STNK, 1 batang HP merk Korea, dan 1 jaket warna hijau dongker.

"Akibat perbuatanya, tersangka Komarudin kami jerat dengan dua pasal, yakni setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan 1, bukan tanaman, dipidana penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dab paling banyak Rp 8 miliar."kata Kapolres.

Kemudian, tambah Kapolres, pasal kedua, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan 1, bukan tanaman, dipidana penjara seumur hidup, atau dipidana penjara paling singkat 5 tahun, dan pidana penjara paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar, dan paling banyak Rp 10 miliar.

"Ini pasal yang dikenakan, Pasal 114 ayat (1) dan/atau pasal 112 ayat (1) UURI Nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika,"pungkas Kapolrez Pranatal HutaJulu.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved