Senin, 8 Juni 2026

Penerapan Smart Parking di Sidoarjo Tunggu Evaluasi Perda dari Gubernur

Smart Parking bakal menggantikan Parkir Berlangganan yang sudah sejak beberapa waktu lalu dihentikan karena terus menuai kritik dari masyarakat.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Ruas jalan Gajahmada di Sidoarjo yang menjadi salah satu titik parkir bervolume tinggi. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan sistem baru pengelolaan parkir di Kota Delta.

Smart Parking bakal menggantikan Parkir Berlangganan yang sudah sejak beberapa waktu lalu dihentikan karena terus menuai kritik dari masyarakat.

Menurut Kepala Dishub Sidoarjo, Bahrul Amiq, sekarang ini pihaknya masih menunggu kajian legal terkait penerapan sistem perparkiran yang baru tersebut.

"Kami masih menunggu kajian legalnya. Sekarang ini, perda terkait pengelolaan parkir juga sudah dievaluasi oleh Gubernur Jawa Timur, tapi belum turun," kata Amiq, Minggu (13/10/2019).

Direncanakan, sistem baru pengelolaan parkir di Sidoarjo mulai diterapkan pada awal tahun depan. Sejumlah kajian dan persiapan juga sudah dilakukan agar pelaksanaannya nanti berjalan lancar.

Persiapan yang sudah dilakukan Dishub Sidoarjo, diantaranya adalah aplikasi untuk smart parkir. Karena dalam sistem parkir di Sidoarjo nanti, semuanya berbasis IT.

Aplikasi itu modelnya seperti pembayaran online. Tinggal didownload, kemudian diisi saldo, bisa untuk membayar parkir. "Cara bayarnya cukup pakai barcode," ungkap Amig.

Aplikasi itu sedang proses finishing. Harapannya akhir tahun ini rampung, agar awal tahun depan bisa langsung beroperasi maksimal.

Persiapan berikutnya adalah penyiapan lahan parkir. Sejauh ini, Pemkab Sidoarjo hanya punya dua kantung parkir, yakni di GOR dan area parkir alun-alun Sidoarjo saja. Lokasi lain berada di pinggir-pinggir jalan.

Kondisi ini juga perlu persiapan lebih. Untuk GOR dan alun-alun dirasa mudah. Cukup pasang mesinnya dan menyiapkan juru parkir, sudah beres.

"Kami siapkan juga pemasangan CCTV, agar bisa sepanjang waktu memantau kinerja para jukir, memantau operasional parkir, dan untuk kepentingan keamanan," urai dia.

Yang agak sulit nantinya adalah penerapan smart parkir di area parkir pinggir jalan. Kemungkinannya, tidak dipasang mesin barcode tapi alat scannya dibawa oleh juru parkir.

"Tapi tetap dipasangi CCTV. Nanti, kameranya bisa dipasang di tiang listrik, telpon, atau bisa juga dibuatkan tiang khusus untuk kamera CCTV," imbuhnya.

Sampai akhir tahun nanti, sebagai persiapan pelaksanaan smart parking, Dishub bakal terus melakukan uji coba. Termasuk uji coba di jalan Gajah Mada yang selama ini menjadi salah satu lokasi parkir dengan volume tinggi.

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Riza Ali Faizin mengaku sangat berharap pelaksanaan sistem baru pengelolaan parkir di Sidoarjo bisa jauh lebih baik ketimbang sebelumnya.

Di sektor pendapatan, diharapkan retribusi parkir bisa lebih bagus daripada Parkir Berlangganan. "Tentu, Selain sistemnya yang bagus, pengawasannya juga harus baik. Agar tidak terjadi kebocoran dari sektor pendapatan ini," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved