Breaking News:

OJK : Aplikasi Fintech Hanya Boleh Mengakses Kamera, Microphone dan Lokasi Pengguna

"Tapi hanya terbatas pada Camilan, yaitu camera, microphone dan location," kata Mulyanto, dalam gathering media dan OJK Kantor Regional IV di Solo

surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Kepala OJK Kantor Regional IV Jawa Timur, Heru Cahyono (tengah) bersama Direktur Pengawasan LJK 2 dan Manajemen Strategis OJK Regional 4 Jawa Timur, Mulyanto (kanan) saat menyampaikan materi tentang fintech dsn waspada invetasi ilegal. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional IV memberikan catatan kepada masyarakat dalam berhubungan dengan perusahaan Financial Technologi (Fintech). Yaitu "Camilan" dan "Double L".

Direktur Pengawasan LJK 2 dan Manajemen Strategis OJK Regional 4 Jawa Timur, Mulyanto, menjelaskan perusahaan fintech resmi sebenarnya memang diperkenankan untuk mengakses perangkat handphone milik nasabah melalui aplikasinya.

"Tapi hanya terbatas pada Camilan, yaitu camera, microphone dan location," kata Mulyanto, dalam gathering media dan OJK Kantor Regional IV di Solo, Jumat (11/10/2019) malam.

Aturan pembatasan bagi fintech ini untuk tidak dalam mengakses data-data pribadi dari pengguna. Peraturan yang telah ada sejak awal 2019 itu dibuat untuk melindungi pengguna fintech dari penyalahgunaan data pribadi untuk keperluan yang tidak bertanggung jawab.

Dia berharap masyarakat berhati-hati saat menginstal aplikasi fintech di perangkat selulernya. "Jika aplikasi itu meminta izin untuk mengakses data di luar Camilan besar kemungkinan merupakan fintech ilegal," jelas Mulyanto.

Selama ini banyak keluhan dari masyarakat yang sudah menggunakan fintech yang mengalami pelecehan penyebaran informasi pribadi terkait hutang yang tidak dibayarkan melalui perusahaan fintech.

Selain Camilan, Kepala OJK Kantor Regional IV, Heru Cahyono, menambahkan, pihaknya juga meminta masyarakat untuk mewaspadai perusahaan fintech maupun perusahaan investasi dengan double L. "Yaitu Legal dan Logis. Dimana perusahaan investasi, mulai dari lembaga, produk dan agen penjual efek terdaftar di OJK," ungkap Heru.

Sedangkan logis artinya memberikan keuntungan dalam jangka waktu yang masuk akal. Dimana nilai investasi yang diberikan, memiliki imbal balik yang sesuai baik secara jangka waktu maupun nilai hasil investasi.

Dalam kesempatan itu, Mulyanto menyebutkan, secara nasional, kerugian akibat fintech dan investasi ilegal mencapai Rp 10 triliun dalam 10 tahun terakhir. "Kami belum ada catatan pasti per tahun, karena bila ada aduan kami langsung bekerjasama dengan Satgas Waspada Invetasi ilegal yang terdiri dari berbagai tim, dari OJK dan terkait, yang salah satunya adalah kepolisian," tandas Mulyanto.

Tags
fintech
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved