Berita Banyuwangi

Ngopi Sepuluh Ewu Banyuwangi, Ajang Silaturahmi Para Pecinta Kopi Nusantara

Acara yang sudah memasuki tahun ketujuh ini, tak ubahnya menjadi lebarannya para pecinta kopi Banyuwangi.

Ngopi Sepuluh Ewu Banyuwangi, Ajang Silaturahmi Para Pecinta Kopi Nusantara
surya.co.id/haorrahman
Festival Ngopi Sepuluh Ewu 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Festival Ngopi Sepuluh Ewu (Ngopi Sepuluh Ribu) kembali menyedot animo ribuan orang untuk datang ke Desa Adat Kemiren, Banyuwangi, Sabtu (12/10/2019) malam.

Acara yang sudah memasuki tahun ketujuh ini, tak ubahnya menjadi lebarannya para pecinta kopi Banyuwangi.

"Kalau sekadar mau ngopi khas Banyuwangi, banyak kok cafe yang menyediakannya sekarang. Tapi, beda dengan ngopi di sini," ujar Umam, salah satu pengunjung asal Surabaya yang mengaku sudah tiga tahun terakhir datang di acara Festival Ngopi Sepuluh Ewu ini.

"Ini seperti lebaran. Kita bisa bersilaturahmi. Bertemu dengan teman-teman sesama pecinta kopi. Ngobrol macem-macem. Melepas kangen," imbuh lelaki yang pernah KKN di Banyuwangi saat kuliah itu.

Tradisi ngopi di Desa Kemiren memang tak sebatas menikmati seduhan biji kopi.

Namun, ada pesan filosofis yang terkandung dalam tiap cangkirnya.
Dengan secangkir kopi, bisa menyatukan beragam perbedaan. Serta merekatkan tali persaudaraan.

Festival Ngopi Sepuluh Ewu ini dihadiri oleh Akmal Malik, Direktur Jendral Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri.

Akmal mengaku terkesan dengan festival yang digelar warga Kemiren secara swadaya.

"Di Banyuwangi ini terasa keguyuban warganya. Mulai Gandrung Sewu hingga Festival Ngopi warga goyong royong untuk memajukan daerahnya lewat atraksinya. Pancasila hadir sesungguhnya di Banyuwangi ini," puji Akmal.

Festival Ngopi Sewu digelar swadaya oleh warga Desa Kemiren.

Halaman
123
Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved