Berita Surabaya

Komunikasi Anggota Geng di Surabaya Lewat Grup WA, Bahas Senjata Hingga Rencana Tawuran

Begini cara dua kelompok All Star dan KP Jawara ini berkumpul lalu merencanakan aksi tawuran.

Komunikasi Anggota Geng di Surabaya Lewat Grup WA, Bahas Senjata Hingga Rencana Tawuran
surya.co.id/firman rachmanuddin
Polisi saat mengamankan 17 anggota geng All Star di Taman Mundu Surabaya, Sabtu (12/10/2019) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, menjelaskan bagaimana dua kelompok All Star dan KP Jawara ini berkumpul lalu merencanakan aksi tawuran.

Kedua kelompok geng ini diketahui tak memiliki ketua.

Mereka hanya memiliki admin di grup WhatsApp yang diduga sebagai panutan di antara anggota kelompok lainnya.

"Komunikasi mereka melalui media sosial WhatsApp. Setidaknya anggota mereka ribuan, debab dari data tim cyber kami ada sekitar 61 grup WhatsApp yang digunakan sebagai media komunikasi mereka," kata Sudamiran.

Grup WhatsApp mereka diberi nama bermacam-macam, salah satunya grup 363 (menurut KUHP Pencurian dengan pemberatan).

Percakapan mereka menjurus terhadap aksi penyerangan dengan menyiapkan berbagai macam senjata yang akan dibawa sebelum bertemu di sebuah titik kumpul yang disepakati.

Lebih lanjut, Sudamiran menyebut ada perbedaan pendapat terkait perdamaian yang digagas Kepolisian dan Pemerintah setempat.

"Ada yang pro dan kontra, yang kontra itu karena masih dendam," sebutnya.

Polisi dan Pemerintah Kota Surabaya tak akan berhenti mengawasi tindakan anak-anak remaja yang menjadi anggota dua kelompok geng tersebut.

Selanjutnya, ketujuh belas anak yang berhasil diamankan itu dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk dibina.

Tak hanya itu, orang tua dan guru sekolah mereka akan dipanggil untuk mendapat arahan sebelum anak-anak ini dipulangkan.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved