Berita Trenggalek

Gus Yaqut: Kesetiaan Kader Ansor dan Banser pada NKRI Tidak akan Luntur

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan kader Ansor, Banser, dan warga NU tidak luntur kesetiaannya pada NKRI.

Gus Yaqut: Kesetiaan Kader Ansor dan Banser pada NKRI Tidak akan Luntur
foto: istimewa
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas bersama ribuan anggota Banser di tepi Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (13/10/2019) sore. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan para kader Ansor, Banser, dan warga NU tidak akan setitik pun luntur kesetiaannya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Yaqut, kecintaan warga NU kepada negeri ini sudah mendarah daging, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka sehingga sampai kapan pun akan tetap cinta NKRI.

"Sejarah mencatat kecintaan kita pada NKRI. Berjuang bersama komponen bangsa lainnya, sejak 1934 sebelum kemerdekaan hingga muncul resolusi jihad dari Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari," tegas Gus Yaqut, sapaan akrabnya, di depan ribuan anggota Banser, di tepi Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (13/10/2019) sore.

"Kemudian menumpas pemberontakan PKI tahun 1948 dan 1965. Pada 1955 Ansor dan Banser juga berada di depan menghadapi pemberontakan DI/TII. Ini bukti cinta kita kepada NKRI," imbuhnya.

Dalam acara Pelantikan Pengurus Cabang Ansor Trenggalek dan Pembaretan Satkorcab Banser Trenggalek tersebut Gus Yaqut menjelaskan, kecintaan para kader NU kepada NKRI digerakkan para kiai.

"Kita nggak mungkin bergerak di depan kalau nggak diminta para kiai. Para kiai NU itu cinta NKRI, cinta bangsa ini. Sebab itu, Ansor dan Banser selalu siap kapanpun untuk para kiai," ujar Gus Yaqut.

"Sebab itu, lanjut dia, para kader Ansor dan Banser harus selalu ikut dawuhnya para kiai dan selalu menjaga marwah NU," tambah dia.

Menurut Gus Yaqut, Indonesia dengan keberagaman terlalu indah untuk tidak dicintai. Sebab itu, lanjutnya, keutuhan NKRI harus dijaga dan dirawat.

"Para muassis NU, Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari, Kiai Bisri Sansuri, Kiai Wahab Chasbullah, bersama komponen bangsa lain bersepakat NKRI adalah final. Tidak ada Indonesia kalau tidak ada Islam, Budda, Hindu, Katolik, Kristen," tandasnya.

"Tidak ada Indonesia kalau tidak ada Jawa, Batak, Sunda, Padang, Ambon, Papua, dll. Sampai kapan pun kita akan terus berada di garis terdepan untuk mempertahankan NKRI," lanjut dia.

Halaman
12
Penulis: Tri Mulyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved