Berita Banyuwangi

Digelar di Kaki Gunung, Festival Lembah Ijen Banyuwangi Kian Atrakif

Festival Lembah Ijen menghadirkan sebuah pertunjukan Sendratari Meras Gandrung

Digelar di Kaki Gunung, Festival Lembah Ijen Banyuwangi Kian Atrakif
surya.co.id/haorrahman
Festival Lembah Ijen yang digelar kesepuluh kalinya, Sabtu (12/10/2019) malam 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Festival Lembah Ijen yang digelar untuk kesepuluh kalinya, Sabtu (12/10/2019) malam, kembali memukau wisatawan yang memenuhi amfiteater di Taman Gandrung Terakota Ijen.

Digelar di ketinggian 600 mdpl, event ini tampil kian atraktif dan menghibur penontonnya.

Festival Lembah Ijen menghadirkan sebuah pertunjukan Sendratari Meras Gandrung, yakni pertunjukan drama minim dialog yang dikemas dalam sendratari berkisah tentang perjalanan penari menjadi seorang “Gandrung”.

Di mana penari tersebut tidak hanya dituntut menjadi seorang penari profesional, namun juga harus bisa menjadi sinden.

Pertunjukan ini mengambil seting masa kolonial Belanda, karena Gandrung di masa penjajahan memiliki peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Diiringi musik gamelan, pertunjukan ini tampil memukau dengan melibatkan puluhan pemain lintas usia, mulai 6 hingga 60 tahun.
Selama satu jam, mereka menghibur para pengunjung dengan menyuguhkan tarian dan suara merdu khas sinden.

Pertunjukan ini semakin menarik dengan hadirnya maestro Gandrung Banyuwangi, Temu Misti, dalam pertunjukan ini.

Atraksi ini pun menuai banyak pujian dari penontonnya.

Termasuk Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik.

“Ini adalah bagian dari keberhasilan Banyuwangi me-regenerasi dan mempersiapkan agents of changekhususnya di bidang seni budaya. Selamat untuk Banyuwangi, semoga bisa dicontoh oleh daerah yang lain,” kata Akmal.

Halaman
123
Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved