Alasan Kenapa 3 Istri TNI Berani Nyinyirin Wiranto hingga Viral di Whatsapp? Begini Pendapat Pakar

Alasan Kenapa 3 Istri TNI Berani Nyinyirin Wiranto hingga Viral di Whatsapp? Begini Pendapat Pakar yang sekaligus pengamat sosial

Alasan Kenapa 3 Istri TNI Berani Nyinyirin Wiranto hingga Viral di Whatsapp? Begini Pendapat Pakar
ANTARA FOTO/JOJON
IPDN, istri mantan Komandan Kodim 1417 Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi, menangis usai Upacara Sertijab Komandan Kodim 1417 Kendari di Aula Tamalaki Korem 143 Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2019) 

SURYA.co.id - Sudah ada 3 orang istri prajurit TNI yang menyampaikan komentar negatif terhadap kasus penusukan Wiranto, hingga berbuntut pada sang suami yang mendapat tindakan disiplin dari satuannya.

Ada yang dikenai sanksi penahanan, ada pula yang ditahan sekaligus dicopot dari jabatannya.

Lantas, mengapa istri-istri para prajurit TNI ini sampai berani bertindak demikian?

Padahal, sosok Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto juga berasal dari kalangan militer sebelum ia terjun ke dunia politik.

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Pakar: Komentar Istri TNI Soal Penusukan Wiranto Tak Cerminkan Institusi', seorang pakar sekaligus pengamat sosial Drajat Tri Kartono menjelaskan pendapatnya

Menurut Drajat, kejadian ini tidak bisa digeneralisirkan untuk menggambarkan kondisi batiniah TNI secara utuh.

“Karena itu kan hanya beberapa orang, tidak mewakili sebuah korps kumpulan ibu-ibu tentara,” kata Drajat saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (12/10/2019) petang.

IPDN, istri mantan Komandan Kodim 1417 Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi, memegang tangan suaminya usai Upacara Sertijab Komandan Kodim 1417 Kendari di Aula Tamalaki Korem 143 Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2019). Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi mengatakan akan menyerahkan kepada pihak kepolisian kasus istrinya yang diduga melanggar UU ITE akibat komentar di media sosial tentang penyerangan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.
IPDN, istri mantan Komandan Kodim 1417 Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi, memegang tangan suaminya usai Upacara Sertijab Komandan Kodim 1417 Kendari di Aula Tamalaki Korem 143 Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2019). Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi mengatakan akan menyerahkan kepada pihak kepolisian kasus istrinya yang diduga melanggar UU ITE akibat komentar di media sosial tentang penyerangan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. (ANTARA FOTO/Jojon/ama)

Dosen Sosiologi Universitas Sebelas Maret (UNS) ini juga berpendapat bahwa tindakan itu dilakukan atas dasar emosi seorang perempuan yang kemudian menular ke perempuan lain.

“Ibu-ibu itu basisnya lebih banyak ke emosional daripada suaminya yang lebih banyak ke rasional.

Itu ibu-ibu kan mengalir perasaannya dari satu ibu-ibu ke ibu-ibu yang lain.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved