Berita Mojokerto

Usai Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Soelistyowati Dipastikan Tidak Menjabat Kadisperta Mojokerto

Di tengah proses penyidikan ini, Soelistyowati mendadak mengajukan pengunduran diri dari jabatan sebagai Kadisperta

Usai Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Soelistyowati Dipastikan Tidak Menjabat Kadisperta Mojokerto
SURYA.co.id/Febrianto Ramadani
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Suliestyowati. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Jumat (11/10/2019) kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto menetapkan Soelistyowati, Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta) Kabupaten Mojokerto jadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan irigasi sumur dangkal pada  tahun 2016 lalu.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto akhirnya menegaskan yang bersangkutan sudah tidak lagi menjabat di Disperta.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto, Susantoso mengatakan Sulis telah mengajukan pengunduran diri sebagai pejabat eselon II sejak akhir September lalu. Status pengunduran baru di ACC pada (7/10/2019) lalu.

“Sudah di-Plt (Kadisperta). Ada Kabid (penggantinya),” ungkapnya singkat, Sabtu (12/10/2019).

Jabatan Soelistyowati digantikan Agus Harjito. Agus merupakan dokter hewan yang juga menjabat kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) di Disperta Kabupaten Mojokerto.

Sejak pengunduran diri Soelistyowati di-ACC, ia hanya sebatas staf di Disperta. Meski kedudukannya sebagai pejabat telah digeser, namun Sulies tetap ke kantor.

Di Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispari) Kabupaten Mojokerto, Sulies ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) sejak dua tahun terakhir.

Namun BKPP mencatat, Sulies tak lagi ngantor lantaran telah mengajukan cuti besar. Cuti ini biasanya dimanfaatkan ASN yang sedang ibadah haji, karena cuti ini bisa berlangsung hingga tiga bulan.

Sementara, Kejari Kabupaten Mojokerto tengah menyelidiki indikasi perbuatan pidana dalam proyek pembangunan irigasi sumur dangkal di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto tahun 2016.

Kepala DPKP Mojokerto, Soelistiyowati Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek Sumur Dangkal

Penyidik menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 519.716.400 dari proyek dengan nilai pagu sebesar Rp 4,1 miliar itu.

Pembangunan irigasi air tanah dangkal atau sumur dangkal di Kabupaten Mojokerto ini terbagi dalam lima paket untuk pembangunan di 38 yang tersebar di 10 kecamatan.

Berdasarkan kontrak, proyek untuk mendukung pengairan sawah petani itu menelan anggaran sebesar Rp 3.709.596.000. Namun, dari nilai kontrak itu, anggaran yang diserap hanya Rp 2.864.190.000.

Pengeledahan pun dilakukan oleh tim penyidik di Disperta dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKA). Di tengah proses penyidikan ini, Sulies mendadak mengajukan pengunduran diri dari jabatan sebagai Kadisperta. Surat pengunduran diri sebagai pejabat eselon II dilayangkan pada 25 September lalu.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved