Berita Ekonomi Bisnis

Investor Properti Australia Disebut Tetap Tumbuh meski Ada Perlambatan Ekonomi Indonesia

Deputy Project Sales Director Crown Group untuk Surabaya, Jefry Irawan, mengakui investor properti Indonesia membeli produk di Australia masih tumbuh.

Investor Properti Australia Disebut Tetap Tumbuh meski Ada Perlambatan Ekonomi Indonesia
surya.co.id/sri handi lestari
Deputy Project Sales Director Crown Group untuk Surabaya, Jefry Irawan, saat memaparkan tentang produk Crown di Australia, di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah perlambatan ekonomi global yang berimbas pada ekonomi Indonesia tidak membuat pasar konsumen properti di luar negeri terpengaruh.

Hal itu dirasakan pengembang properti di Australia yang melakukan pemasaran produk di berbagai negara, salah satunya di Indonesia.

Deputy Project Sales Director Crown Group untuk Surabaya, Jefry Irawan, mengatakan investor properti Indonesia yang membeli produk di Australia masih bertumbuh.

"Hal itu tak lepas dari momentum yang menyebutkan bila saat ini lah waktunya beli properti,"kata Jefri, saat mendampingi Bagus Sukmana, GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown Internasional Holding Group, saat di Surabaya, Kamis (10/10/2019).

"Mengingat dalam tiga tahun terakhir, properti mengalami perlambatan, namun jelang akhir tahun ini sudah mulai kencang lagi," tambahnya.

Hal itu terlihat dari sebuah kegiatan pameran produk properti asing yang digelar pada agustus 2019 lalu di atrium Pakuwon Mal, dimana produk properti Australia cukup mendapat respon positif dari para konsumen.

"Hal itu tak lepas dari alasan memberi properti di Australia yang disebutkan sebagai investasi masa depan, dalam hal pendidikan anak-anak dan tempat untuk menghabiskan waktu tua," ungkap Jefri.

Tak hanya itu, kemampuan konsumen Indonesia dalam memberi produk di negara kangguru itu juga besar dan kuat. Terutama di Jawa Timur (Jatim) dan Surabaya tentunya.

Bagus Sukamana, menambahkan, Kota Surabaya menjadi peringkat ke dua setelah ini Kota Jakarta.

"Pertumbuhan Kota Surabaya sangat besar. Setelah itu disusul Medan dan Bandung,” kata Bagus.

Hal inilah yang menjadi tantangan Crown ke depan, terutama untuk memberi keyakinan bahwa investasi di Australia sangat baik, bunga bank juga memadai tidak terlalu tinggi yakni berkisar 1,5 persen, dan bunga bank deposito 1,25 persen.

Terkait produk Crown Group di Australia yang diminati konsumen Indonesia, Bagus menyebutkan, proyek Sydney di Infinity by Crown Group. Dimana bangunan kelas dunia yang unik ini mewujudkan semua yang menjadi pengejahwatan dari Crown Group.

“Ini sebuah mahakarya arsitektur yang menjadi tempat yang paling dicari di Sydney untuk tempat tinggal, bekerja dan bermain,” ungkapnya.

Infinity by Crown Group dinobatkan sebagai salah satu World’s Best Project pada perhelatan 2017 Property Council, sebuah Kongres Properti Tahunan Australia, proyek pembangunan senilai Rp 5,75 triliun di Green Square ini bertransformasi menjadi hunian yang paling dicari di Sydney.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved