Advertorial
830 Orang Bertempur di KAI Esport Exhibition Goes To Malang di UMM Dome
Sebanyak 830 orang siap bertempur dalam KAI E-Sport Exhibition Goes To Malang di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
SURYA.co.id | MALANG - Sebanyak 830 orang siap bertempur dalam KAI E-Sport Exhibition Goes To Malang di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Event pertandingan e-Sport tersebut diselenggarakan oleh PT KAI dalam rangka menjaring atlet e-Sport di berbagai pelosok Indonesia.
“Ajang ini merupakan bentuk komitmen KAI berkontribusi terhadap kegiatan positif kaum milenial,” kata Corporate Deputy Director of Passenger Transport Marketing and Sales PT KAI, Asdo Artriviyanto, Sabtu (12/10/2019).
Ia menjelaskan sebetulnya PT KAI telah menggelar berbagai ajang termasuk KAI Travel Fair untuk menggaet kalangan anak muda. Namun, hal itu belum berdampak signifikan terhadap pertumbuhan okupansi terutama kalangan milenial.
“Kemudian kami ada ide menggaet kalangan milenial dengan menyelenggarakan event yang digandrungi milenial yakni e-Sport,” ucapnya.
KAI E-Sports Exhibition Goes to Malang ini merupakan lanjutan setelah dilaksanakan lebih dulu di Yogyakarta.
Event ini akan mempertemukan ribuan pegiat esports nasional untuk saling adu ketangkasan pada pertandingan Mobile Legends, Free Fire, Tekken 7, PES 2020 dan Chess Rush.
Asdo menarget ajang ini dapat meningkatkan pengunduh aplikasi KAI Access menjadi 26 persen.
Selain lebih fleksibel, aplikasi itu juga mempermudah pelanggan KAI melakukan pemesanan tiket kereta.
“Selama ini belum sampai 26 persen. Masih dibawah itu yang mengunduh. Dengan event ini mudah-mudahan bisa naik sampai 26 persen lah,” tutup Asdo.
Datang dari Berbagai Daerah
Ananda Ade, seorang pelajar SMP dari Kediri datang ke Malang untuk mengikuti KAI Exhibition Esport Goes To Malang.
Ia bersama keempat temannya betanding di partai Free Fire secara berkelompok.
“Tadi berangkat dari Kediri pukul 06.00 WIB. Mau main Free Fire,” ujar Ananda.
Ia mengatakan sudah lebih dari 2 tahun menekuni game yang dibuat orang Singapura itu.
Ananda optimistis dapat mengalahkan lawannya yang juga datang dari berbagai daerah.
“Kalah atau menang itu belakangan sih. Tapi optimis kita,” ujarnya.
Atlet lain, Fauzan mengaku baru pertama kali menemui ajang esport kategori PES 2020 di Malang.
Pemuda asal Tangerang itu sudah melakukan sparring agar dapat menjadi yang terbaik di kelasnya.
“Ya sparring gitu sama temen. Latihan sendiri juga. Mudah-mudah menang sih,” pungkasnya. (Aminatus Sofya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kai-e-sport-exhibition-yang-berlangsung-di-dome-umm.jpg)