Berita Pasuruan

Usai Didemo Warga Desa Baujeng, PT CS2 Buktikan Pengelolaan Limbah Diawasi DLH

Akibat didemo warga,PT CS2 Pola Sehat menghentikan sementara operasional perusahaan. Ribuan karyawan terpaksa dirumahkan

Usai Didemo Warga Desa Baujeng, PT CS2 Buktikan Pengelolaan Limbah Diawasi DLH
SURYA.co.id/Galih Lintartika
Pengelolaan limbah di PT CS2 Pola Sehat, Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Manajemen PT CS2 Pola Sehat yang dituding menjadi salah satu dari empat perusahaan yang diduga membuang limbah cair dan membuat sungai Wangi di Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, tercemar akhirnya bereaksi.

Sesuai kesepakatan dengan warga yang melakukan unjuk rasa pada 7 Oktober kemarin, pihak perusahaan menghentikan sementara operasional perusahaan. Ribuan karyawan terpaksa dirumahkan hingga waktu yang belum ditentukan.

Hal ini tentu berdampak bagi nasib dan masa depan karyawan perusahaan, yang pasti penghasilan mereka berkurang.

Diduga Protes Limbah Cair Perusahaan, Warga Baujeng Tutup Jalan Alternatif Bangil - Pandaan

Demo Protes Limbah Cair di Pasuruan Masih Berlangsung, Warga Sindir Pemerintah dan Pengusaha

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini, kami mohon segera ada solusi agar kami bisa kembali bekerja," kata Santy, salah satu pekerja pabrik PT CS2 Pola Sehat.

Tuduhan pencemaran lingkungan terhadap PT CS2 Pola Sehat sudah berkali-kali dibantah oleh Manajemen PT CS2 Pola Sehat.

Bahkan, perusahaan sudah memberikan pembuktian data yang sah berdasarkan hasil audit yang dilakukan setiap bulan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan.

"Pengolahan limbah cair di tempat kami itu dilakukan menggunakan sistem Waste Water Treatment Plant (WWTP). Jadi, hasil olahan limbah cair PT CS2 Pola Sehat sebelum dibuang ke sungai, jernih dan tidak berbau sama sekali," kata Head Of Corporate and Marketing OT Group, Harianus Zebua.

PT CS2 Pola Sehat sudah beroperasi sejak tahun 2011 di Pandaan. Sejak awal beroperasi, Pabrik PT CS2 Pola Sehat berusaha untuk menjalin hubungan yang baik dan memberikan perhatian terhadap masyarakat di sekitar pabrik.

"Kami sangat berharap agar pemerintah Kabupaten Pasuruan dapat membantu mengatasi permasalahan ini,” tutup Harianus. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved