Berita Jombang

Puluhan Hektare Tanaman Jagung di Jombang Diserang Hama Tikus, Petani Mengaku Rugi Puluhan Juta

Jagung-jagung tersebut hampir pasti tidak bisa dipanen karena hampir semua bulirnya ludes digerogoti ratusan tikus.

Puluhan Hektare Tanaman Jagung di Jombang Diserang Hama Tikus, Petani Mengaku Rugi Puluhan Juta
surya.co.id/sutono
Seoang petani di Desa Plemahan, Sumobito, Jombang menunjukkan buah jagung yang rusak diserang hama tikus. 

SURYA.co.id, JOMBANG-Para petani jagung di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang kelimpungan, karena hampir pasti musim ini gagal panen.

Sebab, puluhan hektare tanaman jagung siap panen di Kecamatan Sumobito Jombang, diserang hama tikus. Serangan terparah terjadi di Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito.

Tikus memakan bagian buah jagung yang berusia lebih dari dua bulan hingga siap panen.

Jagung-jagung tersebut hampir pasti tidak bisa dipanen karena hampir semua bulirnya ludes digerogoti ratusan tikus.

Zainul Arifin, petani jagung asal Desa setempat mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah. Sebab tanaman jagung dilahan sekitar satu hektare miliknya yang sudah siap panen ini rusak.

Sebab tak sedikit tongkol jagung miliknya yang diserang dan digerogoti tikus.

"Kerugiannya hingga puluhan juta, kalau hasil maksimal untuk lahan satu hektare bisa mencapai 35 juta rupiah, sekarang hanya dapat 15 juta rupiah," ujarnya.

Serangan hama tikus, lanjut Zainul, terjadi mulai awal tanam hingga proses pembuahan. Tikus menyerang mulai dari batang jagung hingga buah yang siap panen.

"Waktu tanam yang diserang batangnya, sedangkan saat sudah muncul buah kayak gini, tikus menyerang lebih dari setengah buah jagung," terangnya, Kamis (10/10/2019).

Masih menurut Zainal, dirinya dan para petani lainnya tidak menduga hama tikus merusak tanaman jagungnya secara membabi buta.

Sebab sebelumnya kejadian seperti ini tidak pernah dialami para petani.

"Tahun sebelumnya tidak pernah ada, dulu pernah ada serangan kayak gini sekitar sepuluh tahunan," ungkapnya.

Plt Kepala Desa Plemahan, Agus Hariyanto mengatakan, pihaknya sedang melakukan pendataan jumlah areal sawah yang diserang tikus dan melaporkannya ke Pemerintah Kabupaten Jombang melalui dinas terkait.

"Kami sudah koordinasi dengan para petani dan iuran untuk membeli obat pembasmi tikus. Awal tanam hama tikus bisa teratasi, tapi sekarang jagung sudah berbuah sehingga kami tak mampu lagi mengatasi serangannya," pungkasnya.

Penulis: Sutono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved