Berita Pamekasan

Polisi Amankan Truk Muat  3,4 Ton Tembakau Jawa, Pemilik Dituduh Melanggar Perda tentang ini 

Sebuah truk Colt Diesel M 9207 UA, bermuatan 3,4 ton tembakau Jawa ditahan di Polsek Tlanakan Pamekasan Madura, Jumat (11/10/2019).

Polisi Amankan Truk Muat  3,4 Ton Tembakau Jawa, Pemilik Dituduh Melanggar Perda tentang ini 
surya.co.id/muchsin
Kapolsek Tlanakan, AKP Muhlis Sukardi, memakai kopiah hitam, saat memeriksa truk pengangkut tembakau Jawa. 

SURYA.co.id |  PAMEKASAN – Sebuah truk Colt Diesel M 9207 UA, bermuatan 3,4 ton tembakau jawa ditangkap aparat Polsek Tlanakan, Pamekasan, Jumat (11/10/2019), sekitar pukul 16.00.

Kini tembakau Jawa kering yang sudah dirajang senilai Rp 40,8 juta berikut truknya masih diamankan di Polsek Tlanakan.

Sedang pemilik tembakau Jawa, Mohammad Akib (49), warga Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, setelah dimintai keterangan di Polsek Tlanakan, Pamekasan, dipulangkan.

Begitu juga sopir truk, Didik Basriadi dan kenek truk, Mohammad Ali Yasin (40), warga Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Pamekasan, masih  dimintai keterangan di Polsek Tlanakan, Pamekasan.

Kapolsek Tlanakan, AKP Muhlis Sukardi, mengatakan, penangkapan tembakau Jawa yang masuk ke Pamekasan, setelah anggotanya menggelar partoli di jalan raya melihat sebuah truk sarat muatan dari arah Sampang menuju Pamekasan.

Baknya tertutup rapat denga terpal, sehingga petugas menghentikan untuk diperiksa.

Kemudian sopir dan kenek, serta pemiliknya yang kebetulan juga ikut dalam truk, diminta turun.

Saat itu sopir mengakui jika truknya sarat muatan mengangkut tembakau kering Jawa yang sudah dirajang, mengangkut dari kawasan Bojonegoro, akan dibawa  ke sebuah pabrik rokok lokal, di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan.

Menurut AKP Muhlis Sukardi, penangkapan tembakau Jawa masuk Pamekasan ini, melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4, tahun 2015, tetang Pertanian dan Perlindungan Tembakau. 

“Selanjutnya kasus ini akan kami limpahkan ke pengadilan untuk menjalani sidang tipiring,” kata AKP Muhlis Munir.

Sedang pemilik tembakau Jawa ini mengerti jika memasukkan tembakau Jawa ke Pamekasan dilarang, karena melanggar perda.

Tetapi, ia mendatangkan tembakau Jawa ke Pamekasan, bukan untuk dijual kembali gudang pembelian tembakau di Pamekasan, melainkan pasok ke pabrik rokok lokal, dibuat campuran rokok.

“Kalau kami mendatangkan tembakau Jawa ke Pamekasan, lalu kami mencampur dengan tembakau Madura untuk dijual kembali ke gudang pembelian tembakau, kami salah. Tapi tembakau ini, mau kami pakai sendiri untuk bahan campuran rokok lokal,” ujar Mohammad Akib.

Penulis: Muchsin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved