Berita Madiun

Penderita Katarak di Jawa Timur di Atas Rata-rata Nasional, Capai 400 Ribu Orang

Angka penderita katarak di Provinsi Jawa Timur, masih sangat tinggi di atas rata-rata nasional.

Penderita Katarak di Jawa Timur di Atas Rata-rata Nasional, Capai 400 Ribu Orang
surya.co.id/rahadian bagus priambodo
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menemui pasien yang baru saja dioperasi katarak. 

SURYA.co.id | MADIUN - Angka penderita katarak di Provinsi Jawa Timur, masih sangat tinggi di atas rata-rata nasional.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, usai melihat kegiatan bakti sosial operasi katarak di RSUD dr.Soedono Kota Madiun, Jumat (11/12019) siang.

"Saat ini angka di Jatim masih tinggi, masih di atas rata-rata nasional. Penyebab 80 persen kebutaan di Jatim karena katarak. Penyebabnya ini yang harus kita atasi," kata Khofifah.

Dia mengatakan, bakti sosial berupa operasi katarak gratis ini sudah kerap dilakukan, namun bakti sosial kali ini bertepatan dengan peringatan HUT Provinsi Jatim ke-74.

"Kami ingin ambil momentumnya. Kami ingin semangat Komatda yang baru akan dilantik, kami juga sudah rapat menyiapkan teknis agar bagaimana Provinsi Jatim bebas katarak. Kita berharap 2023 Jawa Timur sudah bebas katarak," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan, di Jatim terdapat 400 ribu penderita katarak.

Penyebab penderita katarak di Jawa Timur di antaranya disebabkan paparan ultraviolet, diabetes, hipertensi dan faktor lain.

"Totalnya ada sekitar 400 ribu. Dalam kegitan bakos ini tergetnya ada 60 pasien, dan total di rumah sakit ini (hingga akhir tahun) ada 500 pasien yang dioperasi," kata Kohar.

Ia mengatakan, kegiatan operasi katarak di Jawa Timur terdapat 10 titik rumah sakit, sehingga ditargetkan ada 5000 pasien yang dioperasi selama tahun 2019.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved